Sabtu, 06/03/2021, 21:19:31
Bikin Hand Sanitizer Alami, Diana Diberi PWI Indramayu Award
BOBY-LAPORAN BOBY RAHMAT SH

Diana Susanti, Guru SMA Negeri 1  Sindang (tengah) didampingi ayahnya, Resman S (kiri) menerima penghargaan dari PWI Perwakilan Indramayu. (Foto: Boby)

PanturaNews (Indramayu) - Dinilai telah memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Indramayu, Diana Susanti, seorang guru Kimia di SMAN 1 Sindang Indramayu, diberi penghargaan “PWI Indramayu Award “.

Penghargaan diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Indramayu, Jawa Barat, pada malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Gedung PGRI Indramayu, Jumat 05 Maret 2021.

“Kondisi pandemi Covid-19, menimbulkan keprihatinan bagi saya. Dengan pengetahuan yang saya miliki, tergerak membuat hand sanitizer alami,” kata Diana Susanti, M.Pd, Sabtu 06 Maret 2021.

Dengan pengetahuan tentang ilmu Kimia yang dimilikinya, Diana membuat sendiri hand sanitizer dengan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan. Bahan-bahan itu diantaranya tanaman lidah buaya.

''Saya lebih memilih lidah buaya dari pada daun sirih, karena lidah buaya cenderung lebih mudah ditemukan. Banyak masyarakat yang menanam lidah buaya,'' ujar Diana

Untuk membuat hand sanitizer alamiah itu, lidah buaya yang telah dipotong dari pangkal tanamannya dikupas kulitnya dan diambil dagingnya. Dia menggunakan dua batang lidah buaya yang berukuran cukup besar, atau jika ditimbang berbobot sekitar 50 gram.

Daging lidah buaya kemudian dihaluskan, bebih baik lagi jika diblender. Setelah itu, rebus sepuluh bungkus cengkeh yang dijual di warung dengan harga Rp 1.000 per bungkus. Cengkeh itu direbus dengan air sebanyak 500 mililiter (ml).

''Rebus air cengkehnya tidak perlu sampai mendidih. Cukup sampai panas saja,'' kata  perempuan kelahiran 17 Oktober 1984 tersebut.

Rebusan air cengkeh kemudian didinginkan. Setelah itu, rebusan air cengkeh dicampur dengan lidah buaya yang telah dihaluskan. Campuran bahan-bahan alami itu lantas dicampur dengan alkohol 70 persen dengan perbandingan 3 : 1.

“Setelah itu campuran bahan alami dan alkohol tersebut, sudah bisa digunakan sebagai hand sanitizer alami,” tutur Diana.

Diana pun menularkan ilmu pembuatan hand sanitizer alami tersebut kepada para muridnya secara daring. Bahkan, praktik pembuatan hand sanitizer alami itu, juga dijadikan sebagai tugas siswa untuk dikerjakan di rumah masing-masing.

Selain Diana Susanti, PWI Indramayu Award diberikan kepada PT PJB UBJOM, PT Pertamina RU 6 Balongan, PT Polytama Propindo, Polres Indramayu, dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu, penghargaan “PWI Indramayu Award” juga diberikan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, H Caridini. Guru SMPN Unggulan yang juga pembuat aplikasi Si Belmi, Ana Rohdiana, S.Pd. Guru SMA Negeri 1 Sindang yang membuat hand sanitizer alami, yaitu Diana Susanti, MPd serta SMK Negeri 1 Losarang yang menggagas pembuatan masker.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita