Setelah meresmikan BLK Komunitas, Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, Msi meninjau fasilitas BLK dan keliling dan melihat kamar santri Ponpes Riyadul Mubarok. (Foto: Dok/Tim DeAr)
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah dengan kebijakan mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, adalah salah satu solusi mengentaskan pengangguran di daerah, dan menciptakan tenaga kerja yang punya keahlian.
Demikian dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, Msi saat meresmikan dua BLK Komunitas di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 27 Februari 2021.
“Karena itu seluruh masyarakat agar turut menjaga dan merawat BLK ini dengan baik, sehingga bisa memberi manfaat dan mencetak tenaga kerja yang punya keahlian,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.
Dua BLK yang diresmikan Dewi Aryani adalah BLK di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Mubarok untuk pelatihan bidang Tata Busana, dan BPK di Ponpes Miftahul Falah untuk pelatihan bidang Otomotif.
Kepada pengurus ponpes, Dewi Aryani sudah menyampaikan untuk menginformasikan kepada enam kepala desa di sekitar ponpes, agar warga yang ingin punya ketrampilan menjahit dan punya sertifikat keahlian menjahit, bisa mengikuti pelatihan di BLK Ponpes Riyadul Mubarok.
“Pemuda dan pemudi desa yang ingin mengikuti pelatihan di BLK yang saya resmikan ini, tidak ada biayanya, alias gratis,” tegas Dewi Aryani.
Ketika ditanya kenapa Ponpes Riyadul Mubarok yang dipilih didirikan BLK Komunitas, Dewi Aryani menegaskan lokasinya bukan diplih. Menurutnya, semua ponpes yang memenuhi persyaratan dan prosedur, boleh mengajukan, kemudian akan di perjuangkan.
“Siapa saja boleh mengajukan, nanti akan saya perjuangkan. Dengan adanya BLK ini, akan menciptakan tenaga kerja dan mengatasi pengangguran apalagi di masa pandemi ini,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX ini.
Dijelaslan, Ponpes Riyadul Mubarok dan Miftahul Falah ini legalisasi dan administrasinya baik, tidak ada satupun perijinan yang dilewati. Semua persyaratan dipenuhi.
Sedangkan lainnya kadang meremehkan legalitasnya, sehingga mempersulit untuk mendapatkan bantuan, seperti bantuan pendirian BLK Komunitas yang dibiayai APBN ini.
“Ponpes ini saya apresiasi, tempatnya jauh, di gunung tapi ternyata soal regulasi, aturan-aturan pemerintah tidak ada satupun yang terlewatkan,” ungkap Dewi Aryani.
Setelah peresmian, Dewi Aryani meninjau fasilitas yang ada di BLK. Mesin jahit yang ada di BLK, adalah mesih jahit yang multi fungsi. Juga berkesempatan keliling Ponpes Riyadul Mubarok, termasuk melihat-lihat kamar para santri.
Sebelumnya, usai meresmikan gedung BLK Komunitas Ponpes Riyadul Mubarok dan BLK di Ponpes Miftahul Falah, Dewi Aryani juga menyerahkan bingkisan sembako dan uang saku untuk anak-anak yatim yang dihadirkan di lokasi acara.
Dijadwalkan pada Minggu 28 Februari 2021 pukul 10.30 WIB, Dewi Aryani juga akan meresmikan BLK Komunitas di Slawi Kabupaten Tegal. Kemudian pada pukul 12.30, juga akan mengadakan reses dan sosialisasi UU Kebidanan, dan pelatihan Tata Boga di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal.