Supomo, Kasi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah
Dimanapun pengeloaan wisata di suatu daerah obyek wisata, selama ini belum ada kepedulian terhadap sadar wisata. Hal itu disampaikan oleh Supomo dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Propinsi Jawa Tengah, saat bincang-bincang setelah makan pagi bersama anggota Forum Komunikasi Sadar wisata se Jawa Tengah.
Lebih lanjut Supomo menjelaskan, seandainya para pengusaha wisata yang punya vila seperti di Guci, Kabupaten Tegal, satu bulan iuran kebersihan hanya tiga ratus ribu rupiah. Sebab selama ini, sudah bertahun-tahun para pelaku usaha wisata, atau para pedagang di obyek wisata, pengelolaan parkir, apakah sudah pernah ikut peduli dalam pengelolaan sampah?
Jangan hanya pengeruk keuntungan dari banyaknya kunjungan para wisatawan. Kedatangan tamu wisata sudah jelas, ingin berkunjung untuk refreshing, sehingga saat mengunjungi obyek wisata, datang dengan nyaman, aman dan pulangnya tersenyum merasa bahagia sudah bisa menikmati suasana wisata yang benar-benar membuat hati puas.
Padahal, masih menurut Supomo yang menjadi nara sumber Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se Jawa Tengah, bahwa bagaimana agar produk pariwisata tidak basi, menjual wisata dengan kenyamanan. Misalnya obyek wisata di Pantai Muarareja, setelah datang di Pantai Muarareja Kota Tegal, mengemas pendatang dengan penyambutan santun dari pengelola .
Dalam kegiatan untuk bersih lingkungan, Pomo berharap tiap Pokdarwis atau pengelola wisata hendaknya memperhatikan lingkungannya dalam hal kebersihan sampah. Misalnya tiap bulan sekali, diadakan kerja bakti bersama-sama sehingga lahan yang jadi obyek wisata menjadi tambah bersih, indah dan nyaman bagi pengunjung.