Selasa, 09/04/2019, 17:28:08
Program PKS: SIM Seumur Hidup Bisa Hidupkan SIM Mati
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Konvoi motor kader PKS sosialisasi penghapusan pajak sepeda motor dan SIM seumur hidup (Foto: Dok/Ali Irfan)

PanturaNews (Tegal) - Dua dari dari 4 janji-janji politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilu Legislatif 17 April 2019, adalah memberlakukan SIM Seumur Hidup dan penghapusan pajak sepeda motor. Jika program SIM seumur hidup ini diberlakukan, bagi yang sudah punya SIM meski telah mati masa berlakunya bisa kembali aktif.

Hal ini disampaikan oleh Hafidz Ary dalam kesempatan sosialisasi janji kampanye PKS yang digelar belum lama ini.

Menurutnya, SIM yang akan diberlakukan seumur hidup jika PKS menang adalah SIM A (mobil), SIM B I (Bus), SIM B II (Truk), SIM C (Sepeda Motor), dan SIM D (untuk difabel).

“Jika program penghapusan pajak sepeda motor diberlakukan, maka akan ada 105 juta pemilik kendaraan bermotor yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Hafidz.

Dikatakanya, PKS di parlemen saat ini telah memberikan bukti berhasil memperjuangkan UU pada masa-masa sebelumnya untuk kepentingan rakyat, diantaranya adalah UU Sistem Pendidikan Nasional (2003), UU Perbankan Syariah (2008), dan UU Jaminan Produk Halal (2014).

“Sebuah kepastian jika PKS mendapatkan suara 50 persen plus satu untuk menggolkan program ini. Jika kurang dari 50% PKS akan melakukan negosiasi, tapi itu mustahil digoalkan jika PKS tidak ada wakil di DPR,” ungkapnya.

Di Kota Tegal sendiri, sosialisasi janji politik PKS sudah gencar dilakukan dan mendapat respon positif dari masyarakat baik melalui program Direct Selling maupun Flashmob PKS.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc menyampaikan program memberlakukan SIM seumur hidup tidak akan berpengaruh secara signifikan dibandingkan dengan anggara kepolisian. Ia optimistis program ini bisa diterima masyarakat.

“Pajak sepeda motor adalah pemasukan untuk provinsi. Sedangkan anggaran polisi berasal dari APBN. Ini adalah bukti PKS memperhatikan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu Fatkhudin, salah satu pengemudi ojek online merasa sebagai rakyat kecil, merasa sangat diringankan dan sangat membantu jika program PKS direalisasikan.

“Anggaran pajak motor setiap tahun bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih produktif, dan tak perlu lagi mengurusi perpanjangan SIM,” tuturnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita