Selasa, 26/02/2019, 19:29:41
Bicarakan Hoax, PSI Sambangi Pimpinan NU Tegal
-LAPORAN NINO MOEBI

Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka dan rombongan bertandang ke pimpinan NU Kota Tegal (Foto: Dok/Nino)

PanturaNews (Tegal) - Rombongan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersilaturahim dengan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal, KH Misbahul Mustofa di kediamannya di Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 25 Februari 2019.

Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka dan Kiai Misbahul bersepakat, untuk saling bahu-membahu dalam memerangi peredaran hoax yang membanjir menjelang pemilu April 2019.

“Seperti PSI, NU juga memperjuangkan kebhinnekaan di Indonesia. Sebab kami menyadari bahwa yang berjuang untuk negara ini bukan cuma orang Islam,” ujar Kiai Misbahul.

"Mengacu pada piagam Madinah yang dicanangkan oleh Rasulullah, apa pun agamanya, selagi kita bisa bermanfaat untuk orang lain, mempertahankan negara warisan leluhur kita adalah sebuah kewajiban. Itulah manusia yang memiliki ahlak baik sesungguhnya,” tutur Kiai Misbahul.

Terkait polemik puisi yang dibacakan Neno Warisman dalam Munajat 212 beberapa waktu lalu, Kiai Misbahul berpendapat, betul doa itu pernah dipanjatkan Rasulullah. Namun konteksnya saat itu 300 orang kaum Muslimin tengah berperang dengan kafir Quraisy yang berjumlah 3 kali lipat.

“Dalam munajatnya itu Rasulullah berprihatin, siapa yang kelak bisa menyembah-Mu ya Allah jika kaum Muslim dibiarkan habis saat itu? Kalau sekarang ummat Muslim jumlahnya kan bukan 300 orang. Sekarang siapa yang berperang dengan siapa? Apa yang mereka anggap sebagai lawan itu dianggap bukan penyembah Allah SWT semua,” kata Kiai Misbahul.

“Pemerintah sekarang serba salah. Memproses pemuka agama yang melakukan tindak pidana, nanti dibilang kriminalisasi ulama. Padahal ulamanya yang intoleran, ulama-ulama radikal,” kata Kiai Misbahul.

Terkait penyebaran hoax saat ini yang kian masif membombardir masyarakat Kiai Misbahul menyampaikan, kebohongan yang terus diulang lama-kelamaan akan diterima sebagai kebenaran. Hoax tidak akan serta merta hilang tanpa diperjuangkan.

“Di NU ber-Islam itu butuh kecerdasan. Kalau mereka kan tidak. Makanya mudah termakan doktrin,” pungkas Kiai Misbahul.

Senada dengan pernyataan Kiai Misbahul, Ketua DPP PSI Isyana menambahkan, PSI punya semangat yang sama. Bibit radikalisme dan intoleransi tidak boleh berkembang di bumi yang pluralis ini.

Kota Tegal merupakan pemberhentian keempat dalam rangkaian Solidarity Tour PSI di Jawa Tengah. Sebelumnya PSI telah mengunjungi Semarang, Karanganyar, Wonosobo, dan Purwokerto. Setelah Tegal, PSI akan mengakhiri safari politiknya di Kudus.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita