Senin, 25/02/2019, 16:54:25
Lima KPM PKH Spontan Mundur di Depan Bupati
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti terharu menyalami warga yang sukarela mundur dari KPM PKH di Kecamatan Paguyangan (foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Secara spontan dan sukarela lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengundurkan diri sebagai warga sasaran program pengentasan kemiskinan tersebut, Senin 25 Februari 2019.

Pengunduran diri KPM PKH dilakukan di hadapan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat kegiatan Pembekalan Kelompok PKH se-Kecamatan Paguyangan di aula Balai Desa Taraban. Pengunduran diri itu menambah jumlah KPM PKH yang sebelumnya juga telah mengundurkan diri secara suka rela.

Kelimanya mengundurkan diri dari KPM PKH karena merasa telahmampu dan tidak pantas lagi menjadi penerima manfaat dari PKH. Mereka juga beralasan bantuan dari PKH selama ini telah memberikan manfaat meningkatkan ekonominya dan menjadi lebih mandiri.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang menyaksikan sendiri pengunduran diri lima KPM PKH itu menyampaikan apresiasi dan menilainya sebagai sikap yang bijak. Keputusan bijak itu diharapkan juga dapat mendorong KPM PKH lainnya yang sudah mandiri dapat mengikuti jejaknya.

"Ini berarti PKH berhasil meningkatkan kesjahteraan mereka, mereka menjadi mandiri sehingga tidak perlu lagi menjadi penerima manfaat PKH," katanya.

Kelima warga yang mundur tersebut selanjutnya mendapatkan sertifikat sebagai Graduasi Mandiri, atau mundur dari kepesertaan PKH.

Sebelumnya, 42 KPM PKH Kecamatan Paguyangan mengundurkan diri sebagai warga sasaran program pengentasan kemiskinan tersebut.

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Paguyangan, Akmari mengatakan, 42 KPM PKH sebelumnya memilih mundur karena merasa telah mampu dan tidak pantas lagi menerima manfaat dari PKH.

Pengunduran diri KPM PKH tersebut dilakukan melalui surat pernyataan bermateri yang diketahui oleh Kepala Desa (Kades).

Menurutnya Akmari, kesadaran itu muncul karena ada peningkatan ekonomi dan merasa keluarganya telah masuk kategori sejahtera.

"Biasanya ini terjadi karena KPM mengalami peningkatan ekonomi, dan kesadaran dirinya sendiri karena keluarganya sudah sejahtera," terang Akmari.

Dengan memilih Graduasi Mandiri berarti tujuan program PKH telah berhasil. Yaitu menyejahterakan keluarga dan mengubah pola pikir para KPM tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

"Adanya Graduasi Mandiri berarti program PKH itu telah berhasil mengangkat kesejahteraannya," kata Akmari.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita