Kamis, 21/06/2018, 16:59:58
Masyarakat Kebumen Deklarasi Gerakan Anti Muwur
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Ganjar Pranowo memberi sambutan pada Deklarasi Gerakan Anti Muwur.

PanturaNews (Kebumen) - Untuk mendukung Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 yang bersih dan berkualitas, masyarakat Kabupaten Kebumen mendeklarasikan Gerakan Anti Muwur (GAM).

Muwur adalah kata dari bahasa lokal Banyumasan. Artinya menyebar uang. Maka gerakan antimuwur bisa diartikan gerakan antipolitik uang.

Deklarasi dilakukan oleh Komunitas Gerakan Anti Muwur Kebumen di halaman rumah Sunardi, tokoh petani Desa Brecong, Kecamatan Buluspesanren, Kabupaten Kebumen, Selasa 19 Juni 2018 malam kemarin.

"Ini merupakan kesadaran masyarakat akan pemilu yang betul-betul bersih, sebagai upaya pencegahan dini korupsi baik pemilih dan para calon baik legislator, pilkada dan pilpres," kata Koordinator GAM Eko Wahyudi.

Deklarasi ini ditandai dengan pembubuhan 1000 tanda tangan sebagai prasasti dukungan. Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir langsung berkesempatan menjadi penandatangan pertama, lalu diikuti warga.

Tanda tangan kemudian diteruskan UKM Sugihbareng Group, para tokoh masyarakat, petani sayur, mahasiswa, dan pemuda Desa Brecong. Rencananya, prasasti akan diedarkan ke beberapa desa lainnya di Kebumen.

Eko menyatakan, gerakan antimuwur bukan berhenti di pilkada saja. Melainkan terus dikumandangkan pada setiap momen pesta demokrasi.

"Gerakan ini dilatarbelakangi keprihatinan kami sebagai warga masyarakat, sekaligus pemilih akan parahnya pragmatisme politik di negeri ini," kata dia.

Selain menandatangani gerakan antimuwur, kunjungan Ganjar Pranowo di Kebumen juga bertemu dengan komunitas tionghoa dan kopi sempor di pabrik rokok Sintren Gombong, bertemu tokoh masyarakat di Soto Kerod Petanahan, dan bersilaturahmi dengan ulama NU KH Abdul Mufti pengasuh Ponpes Sitibentar, Mirit Kebumen.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita