Jumat, 23/03/2018, 06:56:24
Heru: Walikota Harus Punya Kompetensi dan Keahlian
ghj-LAPORAN SL. GAHARU & JOHARI

Dihadapan ratusan warga, Herujito menegaskan bahwa walikota harus punya kompetensi dan keahlian (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Dihadapan ratusan warga, calon Walikota Tegal Nomor 5 yang diusung PDI Perjuangan, Herujito menegaskan bahwa seorang walikota harus punya kompetensi, keahlian, jaringan dan koneksi ke pusat.

“Walikota sekarang itu harus punya kompetensi dan keahlian. Walikota sekarang harus punya jaringan dan koneksi di pusat,” tegas Herujito pada kampanye tatap muka dengan 250 warga Jalan Werkudoro Kelurahan Serok RT: 05 RW: 5, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 23 Maret 2018 pukul 16.30 WIB.

Karena itu, kata Herujito, setiap orang harus punya keahlian. Caranya dengan sekolah setinggi-tingginya. Jadi, pesanya, jika ada anak atau adik ingin kuliah, jangan dihalangi karena alasan tidak ada biaya.

“Jika anak punya kemauan untuk sekolah, pasti ada jalan dan cara untuk mengatasi soal biaya,” tuturnya.

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal Nomor 5 yang diusung PDI Perjuangan, Herujito-Sugono (Heru-Gono) dengan jargon SREG, menceriterakan setelah lulus SMA merantau ke Jakarta untuk kuliah. Padahal orang tuanya bukan orang berada. Ayahnya hanya karyawan Pabrik Texin yang gajinya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau dihitung secara matematika, orang tua saya jelas tidak mampu membiayai kulian. Tapi dengan hitungan Tuhan, hanya dibekali uang 400 ribu, saya berangkat ke Jakarta. Saya kuliah sambil bekerja,” ungkap Herujito.

Ayahnya tidak menghalangi niatnya untuk kuliah. Bekal yang diberikan sebesar Rp 400 ribu, pun pinjam dari koperasi Texin. “Jadi intinya adalah niat dan kemauan untuk maju menjadi bekal yang utama,” tandasnya.

Selesai kuliah di Akademi Teknik Mesin UPN Veteran Jakarta, lulus tahun 1996. Dan kuliah di Fisip UNAS Jakarta lulus Tahun 2012, Herujito bekerja di berbagai bidang hingga akhirnya menjadi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembanguunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK).

“Tapi karena mendapat tugas dari partai, maka saya kembali ke Tegal untuk mengabdi dan membangun tanah kelahiran saya,” jelas Herujito yang dilahirkan dan tinggal di Jalan Antareja Gang Bisma 2 RT. 2 RW. 2, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Tegal Kota.

Putra bungsu dari enam bersaudara dari ibu Salminah dan Bapak Djuri ini, jika mendapat amanah memimpin Kota Tegal, maka dia akan membangun dan mensejahterakan warga dengan Program 5 Sempurna. Yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) gratis. Program dokter menjemput pasien dan ibu yang akan mau melahirkan, terutama pasien tidak mampu.

Selanjutnya program bantuan UMKM. Usaha kecil akan diberi bantuan permodalan dengan pendampingan. Program Pelayanan Tanpa Antri di kelurahan-kelurahan. Dan program penataan kampung nelayan serta penataan pelabuhan.

“Apakah program ini bisa terwujud? Insya Allah bisa, tergantung niat baik pemimpinya. Dan kalau yang jadi walikota orang Slerok dari DPI Perjuangan, program itu pasti dijalankan,” janji Herujito.

Diketahui, suami dari Indryan Septiana, S.Sos ini, mulai bekerja pada tahun 2000 diantaranya menjabat Second Enginer di PT. Pelangi Niaga Mitra International, Supervisor di PT Lingkaran Survay Indonesia (LSI), Manager Campaign Strategic di PT Jaringan Suara Indonesia (JSI), hingga pada tahun 2014 sampai sekarang sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator PMK yang Menangani Hubungan Kelembagaan Pemerintah.

Ayah dua putra, Syafira Alifia Athalia Meilaputri dan Genta Prayata Arya ini, memegang jabatan Direktur Utama PT IFOK (Inisiatif Fokus Indonesia) bergerak di bidang reseach and konsultan politik, dan Komisaris Utama PT Kopi Magma Bumi Malabar. 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita