Petugas dari Polda Jateng melakukan olah TKP laka lantas di Paguyangan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Ditlantas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto, tepatnya di jalur Pagojengan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Rabu 21 Maret 2018.
Olah TKP dilakukan untuk penyelidikan pascakecelakaan truk tronton yang diduga akibat rem blong dan menabrak mobil bak terbuka dan lima sepeda motor pada Selasa 20 Maret 2018 sekura pukul 08.30 WIB. Kecelakaan tersebut mengakibatkan enam korban jiwa dan tujuh korban luka-luka.
Kasubdit Bingakum Ditlantas Polda Jateng, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kasi Laka Lantas Ditlantas Polda Jateng, Kompol I Ketut Sudana, mengatakan, kegiatan untuk menganalisa kecelakaan yang terjadi pada hari sebelumnya.
"Hari ini kita melakukan Traffic Accident Analysis (TAA), hasilnya berupa animasi, alat yang dipakai alat 3D laser scanner," jelasnya ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, hasil rekaman animasi dijadikan sebagai bahan rekonstruksi kecelakaan. Hasil itu akan dianalisa proses kecelakaan sebelum, saat, hingga setelah kejadian.
Ketut menambahkan, kegiatan dilaksanakan Ditlantas Polda Jateng sebagai upaya asistensi dengan jajaran Polres Brebes.
Kata dia, kejadian tersebut perlu ditangani bersama lantaran menjadi perhatian masyarakat dan termasuk kejadian yang menonjol.
"Korban meninggal lebih dari lima masuk kasus menonjol dan kecelakaan ini tersebut menjadi sorotan masyarakat, maka kita tangani bersama," ungkap Sudana.
Selama proses olah TKP sepanjang 300 meter jalur Pagojengan di lokasi kejadian telah disterilkan hampir satu jam.
Seperti duliketahui, kecelakaan lalu lintas truk yang mengalami rem tak berfungsi di jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto, sekira pukul 08.30 WIB. Tepatnya di jalur utama Pagojengan Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menelan enam korban jiwa dan tujuh luka-luka.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP M Rikha Zulkarnain SH SIK MH mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk tronton bermuatan puluhan ton biji kedelai yang melaju dari arah Purwokerto menuju arah Tegal mengalami kondisi rem tak berfungsi.
"Truk melaju tak dapat dihentikan setelah melewati turuna Flyover Kretek dan terus melaju meski kernet truk telah turun dan berupaya mengganjel roda untuk menghentikannya," katanya.
Truk terus melaju di jalan yang menurun dan menabrak mobil bak terbuka yang mengangkut besi, kemudian menabrak lima sepeda motor yang di depannya. Truk kemudian terhenti setelah menabrak pohon mangga dan dua rumah warga yang berada di pinggir jalan.
"Korban tewas ada enam, satu orang diantaranya sempat dibawa ke Rumah Sakit dan ada tujuh yang mengalami luka-luka," kata Rikha.
Berdasarkan data yang diperoleh, para korban tewas adalah Bambang (48) warga jalan Besi Karangtalun Cilacap yang juga sopir truk, Sohih Falahudin (30), Seftika Retnosari (24) keduanya merupakan suami istri yang berboncengan sepeda motor warga Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan, Surono (38) warga Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu, Eti Kusmiyati (29) warga Desa Tumiyang Kecamatan Cilongok, Banyumas dan Agus Triyono (44) warga Desa Paguyangan Brebes.
Korban luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit adalah, Faisal (22) kernet truk warga Jeruk Legi Cilacap, Nurhayati (40) warga Desa Pagojengan Paguyangan, Malikha (40) warga Dukuh Waru Desa Pagojengan Paguyangan, Yuni Purwanto (42) warga Dukuh Waru Pagojengan Paguyangan, Slamet Bagus (40) warga Sarwogadung Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Kholid (30) dan Fatan (3) keduanya warga Tumiyang Kecamatan Cilongok Banyumas. Semua korban luka dilarikan di RSU Muhammadiyah Siti AMinah Bumiayu dan sebagian dirujuk ke Purwokerto.
Kecelakaan juga mengakibatkan dua rumah yang ada di pinggir jalan mengalami rusak karena tertabrak truk yang akhirnya menghentikannya.