Kamis, 01/03/2018, 02:37:14
Diduga Cemari Lingkungan, Pemotongan Ayam Diprotes
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

 Pihak pengelola pemotongan menunjukkan tempat pengolah limbah kepada para Kades (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Beberapa Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Paguyangan, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, datangi pabrik pemotongan ayam di yang ada di jalan nasional jalur Desa Wanatirta kecamatan setempat, Kamis 01 Maret 2018.

Kades dari Desa Wanatirta, Paguyangan dan Kedungoleng tersebut memprotes pengelola pabrik pemotongan ayam tersebut karena dianggap telah menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan.

"Ini sekarang bau busuknya sangat menyengat dan banyak menimbulkan lalat sehingga warag merasakan tidak nyaman," kata Kades Paguyangan, Faqih Maulana.

Kades Kedungoleng, Salim Usman mengatakan, limbah pabrik pemotongan ayam milik CV Agung Freshindo itu telah mencemari sungai yang mengalir di desanya. Padahal sungai tersebut selama ini banyak dimanfaatkan oleh warganya.

"Warga resah air sungai baunya amis, pakaian yang dicuci dengan air dari sungai juga tetap amis meski sudah kering," ungkapnya.

Dikatakan, di Desa Kedungoleng ada Pondok Pesantren yang santrinya banyak memanfaatkan air dari sungai. Adanya pencemaran itu para santri menjadi gelisah dan khawatir terkena penyakit atau dampak buruk lainnya.

"Warga kami masih banyak yang memanfaatkan air dari sungai, sehingga sangat khawatir terkena penyakit atau dampak buruk lainnya," kata Usman.

Sementara itu informasi dari warga yang rumahnya dekat dengan pemotongan ayam tersebut mengungkapkan, sumur miliknya juga tercemar. Air sumur berbau tidak enak dan warnya seperti berminyak.

"Sejak setahun terkhir ini air sumur sudah tidak saya gunakan lagi, baunya tidak enak," kata warga yg enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu Kepala Gudang CV Agung Freshindo, Heri Kristanto di hadapan para Kades yang mendatanginya mengatakan pihaknya telah melaporkan kepada pimpinannya yang nantinya akan memberikan penjelasan dan keputusan.

"Saya tidak bisa memberikan keputusan karena bukan kewenangannya nanti bapak pimpinan yang akan memutuskan," katanya.

Namun begitu dia menyebutkan bahwa di pemotongan ayam memiliki fasilitas untuk pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Limbah yang dibuang sudah diolah dengan bahan-bahan khusus dan tidak membahayakan.

"Pengolahan limbahnya ada delapan bak dan hasil penelitian laboratorium limbahnya sudah aman," terang Heri.

Meski begitu para Kades belum puas karena kondisi kenyataan di lapangan masij terjadi pencemaran. Sehingga keputusannya tetap masih menunggu pimpinan yang sekaligus pemilik pemotongan ayam tersebut.

Nampak mendampingi dan ikut melakukan mediasi Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Cipto Hadi dan Kasi Tramtib Kecamatan Paguyangan, Lukman Hakim SH.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita