ANggota DPRD Brebes, Hj Tri Murdiningsih SPsi MPSi (tengah) secar simbolis menerima proposal aspirasi warga saat melakukan reses (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj Tri Murdiningsih SPsi MPSi, memanfaatkan kegiatan reses untuk bertemu tatap muka langsung dengan warga di Dukuh Lo Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Selasa 31 Oktober 2017. Reses dimaksudkan untuk jaring aspirasi masyarakat konstituennya.
”Jaring aspirasi ini bisa menampung segala aspirasi dari masyarakat yang tentunya akan di jembatani untuk di sampaikan ke pemerintah sebagai eksekutor,” katanya.
Melalui jaring aspirasi ini menemukan berbagai permasalahan yang belum semua terselesaikan dan terakomodir. Diantaranya masalah kesehatan masyarakat dan bantuan yang belum tepat sasaran.
"Banyak yang mengadukan adanya bantuan dari pemerintah yang tidak tepat sasaran," ujar Tri.
Persoalan ketidakakuratan data sangat dikeluhkan masyarakat, sehingga bantuan sosial seperti KIS dari pusat dan juga BPJS Kesehatan dan lainnya. Selain itu juga masalah pendidikan masih adanya anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah.
"Semua persoalan itu akan kami upayakan koordinasikan ke Pemerintah Kabupaten," kata Tri yang juga duduk di Komisi 4 DPRD Brebes ini.
Kepala Desa Taraban, Imam Mahdi yang hadir pada kegiatan itu mengungkapkan, masalah pendataan penerima bantuan merupakan persolaan di semua desa. Bantuan sosial yang diberikan pemerintah biasanya melalui proses pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Petugas yang melakukan pendataan bukan dari pemerintah desa tapi dari petugas BPS, tapi kalau ada persoalan warga mengadunya ke pemerintah desa," katanya.
Pada kesempatan reses itu juga ada pengaduan masalah KTP Elektronik yang belum selesai kendati sudah mendaftar beberapa bulan bahkan lebih dari setahun. Persoalan ini cukup merugikan warga karena mengalami kesulitan ketika memerlukan data administrasi untuk suatau keperluan.
"Suket (surat keterangan) memang sebagai solusi, tapi masih ada lembaga yang belum bisa menerima suket sebagai syarat administrasi,” kata Tri.
Pada kesempatan itu pula, Tri Murdiningsih menerima pengaduan adanya anak yang diduga mengalami gizi buruk. Aduan ini langsung dilakukan pengecekan ke rumah orang tua anak tersebut dan berjajnji akan mengupayakan pengobatan di Rumah Sakit.
"Harus dibawa ke Rumah Sakit, kasihan orang tuanya sangat tidak mampu dan butuh bantuan," tutur Tri.
Acara reses diikuti sekitar 100 warga dari beberapa kalangan. Seperti tokoh masyarkata, tokoh agama dan juga kaum perempuan.