Abdullah Sungkar dari Fraksi PAN Peduli Rakyat bersama Rofii Ali dari Fraksi PKS mendengarkan penjelasan mandor proyek poliklinik RSU Kardinah saat tinjauan lokasi. (FT: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Proyek pembangunan ruang poliklinik RSU Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah yang dikerjakan PT Bangun Cipta Prima Mandiri dengan anggaran APBD 2010 yang nilai kontraknya sebesar Rp 5,7 miliar lebih, diminta dapat selesai tepat waktu. Demikian disampaikan anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, Abdullah Sungkar ST SE dalam tinjauan lokasi, Rabu 06 Oktober 2010.
“Dengan anggaran yang cukup lumayan besar ini kami minta agar rekanan penggarap dapat mengerjakan kontruksi bangunan Poliklinik secara profesional dan tidak menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya serta design yang disepakati sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai masa kontrak kerja dengan hasil yang memuaskan,” kata Sungkar.
Hal senada disampaikan Rofii Ali, anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal yang turut dalam tinjauan lokasi bersama rekan se-Fraksinya Rachmat Rahardjo. Menurut Rofii, jika dilihat dari gambar rencana, bangunan poliklinik dengan konsep 2 lantai itu memilki struktur pondasi yang sangat kokoh dengan kedalaman 2,5 meter. Diharapkan, bangunan itu kelak dapat berfungsi sebagaimana yang diinginkan.
“Komposisi pondasi bangunan ini sangat kokoh dibandingkan dengan pondasi untuk gedung DPRD yang cuma sedalam 2 meter. Padahal kondisi struktur kelabilan tanahnya lebih mengkhawatirkan di lokasi gedung DPRD. Bagimanapun dan seperti apapun bangunan itu dibuat yang terpenting dikerjakan secara profesional dan sesuai bestek,” ujarnya.
Sementara Direktur PT Bangun Cipta Prima Mandiri, H Supri pada kesempatan itu menjelaskan, optimis dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai masa kerja dalam kontrak, yakni mulai 09 Juni-06 Desember 2010. Menurutnya, proyek poliklinik yang dikerjakannya itu sudah mencapai 63 persen yang berarti melebihi dari skedul yang semestinya baru mencapai 56 persen.
“Kami yakin dapat selesaikan pekerjaan ini tepat waktu. Kini tinggal pekerjaan arsitekturnya. Padahal kalau menurut skedul pekerjaan, proyek baru selesai 56 persen. Akan tetapi kami dapat lebih mempercepatnya sehingga yang semestinya baru 56 persen sudah dapat kami selesaikan sekitar 63 persen,” kata H Supri.
Menurutnya, selama penggarapan ruang poliklinik tersebut pihaknya tidak banyak mengalami kendala. Kendala teknis hanya dialaminya saat awal melakukan pekerjaan itupun tidak menjadikan sebagai penghambat untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Ditambahkan, pekerjaan tersebut digarap oleh 160 tenaga kerja yang kesemuanya diambilkan dari tenaga kerja lokal seputar Kota Tegal. “Tenaga kerja seratus persen dari tenaga kerja lokal yang dipekerjakan sistim lembur. Kami juga telah melakukan uji laboratorium untuk komposisi cor beton atap serta koloman yang dilakukan oleh lembaga independen dari Undip, Semarang. Diperkirakan proyek ini dapat selesai sekitar 9 minggu lagi,” tandas H Supri.