Sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam hasil curian ditemukan di Komplek Perumahan Palm Indah. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturanNews (Paguyangan) - Sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam hasil curian, ditemukan di Komplek Perumahan Palm Indah Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Jumat 20 Agustus 2010 siang. Mobil yang menggunakan nomor polisi (nopol) palsu plat merah AB 7917 NA itu, ditinggalkan begitu saja didepan salah satu rumah warga.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan mobil tersebut sempat dihentikan petugas Polsek Paguyangan yang tengah melakukan operasi ovensiv di depan Mapolsek setempat. Mobil yang meluncur dari arah Purwokerto menuju Bumiayu itu, dihentikan karena mencurigakan. Selain itu juga diperoleh laporan adanya mobil curian dari Yogyakarta yang dibawa kabur ke arah Bumiayu, dengan ciri-ciri Avanza hitam dengan nopol plat hitam AB 1550 EE. Posisi mobil dapat diketahui karena dilengkapi dengan alat pendeteksi atau Global Position Sistem (GPS).
Mobil yang mencurigakan itu sempat berhenti dan kepada petugas sopirnya mengaku sebagai anggota polisi, tapi hanya membuka sedikit kaca pintunya, kemudian kabur dengan kecepan tinggi. Petugas pun langsung melakukan pengejaran, tapi jejaknya tidak diketahui.
Belakangan diketahui ada sebuah mobil Avanza hitam yang diparkir di depan rumah salah satu warga Perumahan Palm Indah. Mobil itu ditinggalkan oleh seseorang dalam keadaan kosong, kemudian orang tersebut minta diantar ke Bumiayu pada tukang ojek yang mangkal di depan pintu gerbang perumahan.
Kapolres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy SIK MH, melalui Kapolsek Paguyangan, AKP Sukoyo SH membenarkan penemuan mobil curian tersebut. Mobil yang nomor aslinya telah diganti dengan nomor palsu itu, kini diamankan guna penyelidikan lebih lanjut. "Mobil kami amankan untuk proses penyelidikan," katanya.
Pihaknya juga tengah mencurigai seseorang yang diduga sebagai pelakunya dan kini tengah dimintai keterangan. "Ada seorang yang kami curigai yang sedang kami mintai keterangan," tutur Sukoyo.