Jumat, 20/08/2010, 17:03:00
Sebabkan Kemacetan, Langsiran KA Tangki BBM Disoal
JAY-Riyanto Jayeng

Langsiran KA pengangkut BBM menyebabkan kemacetan. Inzet: Sugeng Suwaryo S Sos (kiri) dan Rofii Ali (kanan).

PanturaNews (Tegal) - Langsiran kereta api (KA) tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina yang sebabkan kemacetan arus lalulintas di perlintasan rel KA Jalan Menteri Supeno, Kota Tegal, mendapat protes dari mayoritas warga. Demikian dikatakan, anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Rofii Ali, Jumat 20 Agustus 2010.

“Keberadaan langsiran tangki BBM yang menghambat kelancaran lalulintas warga yang hendak menuju ke arah Kelurahan Slerok atau sebaliknya jelas sangat mengganggu. Rencana efektifitas kegiatan yang sudah tersusun rapi, jadi berantakan hanya gara-gara menunggu langsiran kereta tangki yang panjang dan lama,” kata Rofii.

Menurut Rofii, langsiran tangki pengangkut BBM milik Pertamina mestinya harus ditertibkan atau pindah tempat lain. Karena keberadaanya telah merugikan kepentingan umum, khususnya masyarakat Kota Tegal. Selain terjadi kemacetan arus lalu lintas, imbas dari KA langsiran pengangkut BBM juga pencemaran udara.

"Kami cukup prihatin dengan kondisi arus lalu lintas di depan kantor Pertamina, setiap kali ada langsiran dipastikan akan terjadi kemacetan panjang yang cukup lama. Akibat kemacetan ini, berapa ratus liter bahan bakar yg dibakar secara percuma dalam setahun. Apalagi kalau dirupiahkan, uang masyarakat dibuang secara percuma," kata Rofii.

Dijelaskan Rofii, belum lagi soal polusi CO2 yang dibuang di udara Kota Tegal, imbas dari kemacetan arus lalu lintas. Karenanya lokasi langsiran sudah sangat tidak layak lagi dan harus secepatnya dipindahkan ke lokasi lain. “Kalau masih mau bertahan di situ, ya semestinya PT Pertamina Tegal harus memberikan kontribsi dana untuk pembangunan kelestarian lingkungan hidup,” jelas Rofii.

Ironisnya, selama ini PT Pertamina Tegal tidak memberikan kontribusi sama sekali kepada Pemkot Tegal untuk pendapatan dan untuk program lingkungan. Utamanya program penghijauan kota, yang saat ini sedang digalakkan Kantor Lingkungan Hidup (KLH).

"Sesuai data yang kami dapat, ternyata PT Pertamina Bandung setiap tahun memberikan kontribusi ke Pemkot sebesar Rp 1,4 miliar, yang peruntukannya untuk menjaga lingkungan hidup Kota Bandung. Terhadap permasalahan ini, kami minta Pemkot bersikap tegas dan mendesak Pertamina untuk memindahkan aktifitas langsiran kereta BBM," tandasnya.

Secara terpisah, Kepala KLH Kota Tegal, Sugeng Suwaryo SSos mengungkapkan, tingkat atau kepeduliannya PT Pertamina depo Tegal terhadap penghijauan sangat minim, walaupun merupakan salah satu perusahaan terbesar penyumbang terjadinya pencemaran di Kota Tegal.

"Soal kontribusi ke Kota Tegal, untuk program penghijauan kami belum pernah tahu ada. Tapi kalau kontribusi lainnya, kami kurang tahu. Karena kami tidak mengurusi soal kontribusi PT Pertamina," ungkap Sugeng.

Ditambahkan, bahkan untuk mendukung program ‘sawong sawit’, Pertamina hanya memberikan bantuan 20 bibit pohon saja. Tak sesuai dengan luas lahan yang dimiliki dengan tingkat pencemaran yang diakibatkan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita