Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Petani di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes kini hanya bisa pasrah. Pasalnya, tanaman padi puluhan hektar gagal panen akibat diserang hama sundep. Nilai jual padi di tingkat petani bahkan merosot tajam jika dibanding daerah lain.
Kepala Desa (Kades) Baros, Rustono, Sabtu 14 Agustus 2010 mengatakan, kegagalan panen yang dialami petani diluar dugaan, mengingat kebutuhan air untuk mengairi areal pertanian di wilayanya sebenarnya sudah sangat cukup. Namun tanaman padi mendadak mati gara-gara diserang hama.
"Umumnya tanaman padi di desa kami diserang hama sundep. Akibatnya, tanaman padi gosong seperti terbakar. Banyak pula padi yang tidak berisi," ujar Rustono.
Dikatakan, dalam kondisi normal untuk tanaman padi seluas seperempat hektar, biasanya menghasilkan padi antara 8 ton hingga 9 ton. Namun akibat diserang hama sundep, padi yang didapat hanya sebanyak 4 ton. Begitu pula harga tebasan padi di tingkat petani hanya mencapai Rp 220 ribu per kwintal.
Padahal dalam kondisi normal, harga tebasan padi mencapai Rp 260 ribu per kwintal. Selama ini sumber air untuk keperluan irigasi pertanian di wilayah Baros dan sekitarnya masih mengandalkan dari Bendung Cisadap di Desa Buaran, Kecamatan Ketanggungan dan Waduk Malahayu di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo. Musim hujan yang masih berlangsung di wilayahnya, juga membuat kebutuhan air sangat mencukupi.