Selasa, 03/08/2010, 20:38:00
Stok Beras Aman Hingga Awal Januari 2011
YN-Yerry Novel

Kepala Bulog Sub Drive VI Pekalongan, Ahmad Ma’mun.

PanturaNews (Tegal) – Untuk daerah eks Karesidenan Pekalongan, saat ini belum diperlukan adanya operasi pasar (OP). Pasalnya stok beras yang ada masih cukup hingga lebaran nanti, bahkan sampai awal Januari 2011. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah melalui Kepala Bulog Sub Drive VI Pekalongan, Ahmad Ma’mun, kepada PanturaNews, Selasa 03 Agustus 2010.

Menurutnya, sesuai surat Kemendag Nomer : 975/M.DAG/SD/7/2010 tanggal 15 Juli 2010 tentang OP, saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras di pasaran masih normal. Untuk harga beras jenis IR atau C 4 biasa, keluar dari Gudang Bulog Rp 5.630 per Kg. Sedangkan biaya operasional seperti biaya angkut, kemas, pengawalan, susut dan margin untuk seluruh Kota, hanya Rp 220/Kg. Ditambah harga jual eceran di pasar hanya antara Rp 4000–Rp 5000 per Kg-nya. Dengan begitu, harga totalnya hanya Rp 6.250/Kg nya.

“Jika harga masih Rp 5.500 – Rp 6.000 per Kg, maka tidak perlu OP. Kecuali jika harga di atas Rp 6.250 per Kg, atau mencapai Rp 7.000 per Kg, baru dilakukan OP. Namun demikian, pelaksanaan OP juga harus ada permintaan dari Pemda setempat,” urainya.

Dia mengatakan, stok beras di Perum Bulog Sub Drive Pekalongan per  29 Juli 2010, mencapai 42.417 ton. Dengan begitu, Bulog tidak akan kekurangan beras hingga awal Januari 2011 mendatang. “Untuk sementara, stok kami masih bisa mencukupi,” imbuhnya.

Terpisah, pedagang beras di Blok B Nomer 104 Pasar Pagi, Kota Tegal, H Muktar (56) mengatakan, saat ini harga beras jenis C4 Rp 6.500 per Kg. Sebelumnya, sekitar dua minggu lalu, Rp 6.000 per Kg. Menurutnya, hampir setiap minggu menjelang bulan ramadhan ini, harga beras selalu naik.

“Harga beras selalu naik, kami meminta supaya Pemerintah bisa menurunkan harga beras. Bagaimana caranya, kami tidak tahu, yang jelas harga bisa turun,” pinta H Muktar.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita