Direktur Pemukiman dan Perumahan Bapenas, Budi Hidayat
PanturaNews (Tegal) – Sanitasi di Indonesia dinilai buruk, dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. Untuk itu, dengan dibentuknya Aliansi Kota Kabupaten Peduli Sanitasi (AKKOPSI), diharapkan bisa mengatasi permasalahan sanitasi yang tidak ada habisnya.
Demikian diungkapkan Direktur Pemukiman dan Perumahan Bapenas, Budi Hidayat, kepada sejumlah wartawan, usai melakukan konferensi pers mengenai sanitasi, di Water Park, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 21 Juli 2010 siang.
Menurutnya, Negara Indonesia sanitasinya terburuk kedua di Asia Tenggara, setelah Negara Laos. Dengan begitu, setelah adanya AKKOPSI ini, 22 kota dan kabupaten telah mendapatkan dana bantuan dari Negara Australia sebanyak Rp 40 trilyun.
“Syaratnya yang mendapatkan dana hibah dari Australia, harus memiliki Strategi Sanitasi Kota (SSK),” terangnya.
Dari 22 kota dan kabupaten yang tergabung dalam AKKOPSI ini, sanitasi yang sudah bagus adalah Kota Banjarmasin. Namun demikian, diharapkan kota maupun kabupaten lainnya, harus bisa lebih baik itu.
“Di Kota Tegal juga sudah terbilang bagus, karena dilihat dari penggunaan biogas melalui MCK umum di Kelurahan Tegalsari itu, masyarakat bisa menggunakan untuk keperluan sehari-hari. Daripada harus membeli gas yang harganya selalu naik itu, masyarakat bisa menggunakan biogas tanpa mengeluarkan uang banyak,” terangnya.