Walikota Tegal, H Ikmal Jaya saat melakukan monitoring harga di Pasar Pagi, Jalan A Yani Kota Tegal. (FT: Yerry Novel)
PanturaNews (Tegal) – Sejumlah pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluh akibat tidak adanya tabung pemadam kebakaran di dalam pasar. Mereka mengadu kepada Walikota Tegal, H Ikmal Jaya yang ditemui saat melakukan monitoring harga di Pasar Pagi, Jalan A Yani Kota Tegal, Selasa 13 Juli 2010.
Perwakilan dari pedagang, Tobi’in (70) yang juga Ketua Persatuan Pasar Pagi (Pepsagi) Blok B mengatakan, khususnya di bagian atas dan bawah pasar pagi Blok B, perlu sekali adanya tabung pemadam kebakaran. Sebab menurutnya, di bagian atas banyak sekali warung nasi yang menggunakan gas elpigi 3 Kg. Bukan hanya itu, pedagang konfeksi juga ada.
“Di lantai atas rawan sekali dengan kebakaran, kalau tidak ada tabung pemadam kebakaran, resikonya sangat besar sekali,” tuturnya.
Meski begitu, kata dia, jika direalisasi adanya tabung pemadam kebakaran, maka harus ada sosialisasi kepada seluruh pedagang. Sehingga diharapkan nantinya para pedagang bisa menggunakannya dengan baik. “Kami mengharapkan, supaya secepatnya direalisasi, dan diberikan pengarahan khusus cara menggunakanya,” pintanya.
Menaggapi hal itu, menurut Ikmal tabung pemadam kebakaran sudah disiapkan. Hanya saja, saat ini sedang diisi ulang. Nantinya akan ditempatkan di 15 titik rawan kebakaran di area pasar pagi. “Tabung pemadam kebakaran sudah ada, sekarang sedang diisi ulang. Sebentar lagi akan dipasang di 15 titik,” terangnya.