Ilustrasi kapal keruk.
PanturaNews (Tegal) - Proyek pengerukan kolam dan alur keluar-masuk Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah yang dikerjakan PT Mutiara Koja Gemilang Jakarta dengan biaya APBN 2010 sekitar Rp 6 miliar, diprediksi bakal molor dan tidak selesai tepat waktu. Pasalnya, sesuai kontrak kerja proyek pengerukan itu dikerjakan selama 3 bulan dan berakhir pada tanggal 07 Juli 2010. Namun realisasi pengerukan, sampai saat ini baru sekitar 60 sampai 70 persen.
Ketua Himpunan Masyarakat Maritim Tegal (Hikmat), H Wardjo Rahardjo, Rabu 07 Juli 2010, mengatakan sesuai kontrak pengerukan Pelabuhan Tegal dan alur keluar masuk, serta Kalibacin yang dilakukan PT Mutiara Koja Gemilang Jakarta dengan volume pekerjaan 196 ribu meter kubik berakhir pada hari Selasa 06 Juli 2010. Namun hasil data yang didapat, ternyata rekanan baru mengerjakan pengerukan sekitar 60 sampai 70 persen. Sehingga dipastikan pengerjaan akan molor sekitar 1 bulan lagi, karena pekerjaan masih banyak.
"Sebenarnya rekanan menyiapkan alat atau kapal pengerukan yang cukup, tapi kondisi mesinnya tua. Sehingga sering rusak, dan tidak bisa berjalan maksimal. Hal itulah yang menurut kami menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian pekerjaan," ujar Wardjo.
Selain itu, menurut Wardjo, terlambatnya pengerjaan pengerukan juga disebabkan alur Kali Bacin yang cukup sempit, sehingga kapal pengerukan tidak bisa masuk secara bersama-sama, tapi harus bergantian. Oleh karenanya, Administratur Pelabuhan (Adpel) selaku penanggungjawab pelaksanaan pengerukan harus pro aktif. Serta yang terpenting, berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menegur rekanan , agar bisa mengejar keterlambatan pekerjaan. Hal ini dilakukan, agar kemoloran tak berlarut-larut.
"Untuk pengerukan pelabuhan, pemerintah melalui APBN 2010 telah mengeluarkan anggaran yang tak sedikit. Karenanya kami minta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 3 Tegal bisa menindak lanjuti, dengan berkoordinasi dengan Pemkot untuk menagih komitmennya," tutur Wardjo.
Dijelaskan Wardjo, sesuai komitmen awal, tindak lanjut dari pengerukan ini Pemkot Tegal akan membangun saringan yang berada di luar Kalibacin. Sehingga pengerukan tak sia-sia, sebab pendangkalan di Kalibacin, alur keluar masuk pelabuhan bisa ditekan seminimal mungkin melalui proses penyaringan.
"Untuk Adpel, kami atas nama masyarakat maritim juga melakukan penertiban kapal-kapal yang diparkir untuk dilakukan perbaikan di Kalibacin. Kalau mau perbaikan, maka harus masuk ke dok. Karena keberadaanya membuat buruk dan kotor kali," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Adpel Tegal, Beni Nivianudin tidak berada ditempat, karena sedang keluar kantor. "Bapak sedang keluar, untuk takziyah," ujar Staf Adpel Hardjono.