Rabu, 07/07/2010, 08:56:00
Jerman Tidak Balas Dendam, Spanyol Lupakan Kenangan
SL-SL Gaharu

David Villa (Spanyol) - Miroslav Klose (Jerman)

Spanyol memperbaiki reputasinya di Eropa dengan mengalahkan Jerman 1-0 di final Euro 2008. Kini La Furia Roja harus melakukan hal yang sama, jika ingin menghapus statusnya sebagai great underachiever di Piala Dunia. Keduanya akan berhadapan di Semi-Final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan di Moses Mabhida Stadium, Durban, Rabu 07 Juli 2010 pukul 18.30 waktu setempat, Kamis 08 Juli 2010 01:30 WIB.

Seperti dua tahun lalu, tidak ada mind game jelang laga ini. Pelatih Jerman, Joachim Löw sangat menghormati Spanyol. Di kubu Spanyol, David Villa yakin Jerman tidak menyukai pertemuan ini. Spanyol, menurut Löw, adalah lawan yang jauh lebih berbahaya dari Argentina. Spanyol berlaga tidak mengandalkan kualitas individu, tapi kerjasama tim.

Lebih dari itu, Spanyol adalah tim dengan konsistensi terbaik dalam dua atau tiga tahun terakhir. Spanyol tidak memiliki Messi, tapi sejumlah pemain berkualitas. Berbeda dengan Inggris dan Argentina, Spanyol bukan tim yang mudah dan sering melakukan kesalahan di lini belakang dan depan.

Jerman akan bermain tidak untuk membalas kekalahan di final Euro 2008, tapi mencapai final Piala Dunia 2010. Löw yakin motivasi menjadi juara lebih penting, karena semua pemain berlaga secara rasional.

Di kubu Spanyol, David Villa mengatakan rekan-rekannya harus melupakan kenangan indah mengalahkan Jerman di final Euro 2008. Spanyol, belum memperoleh apa-apa di Piala Dunia. Jerman punya sejarah di Piala Dunia, Spanyol tidak sama sekali. Kesempatan Spanyol mengukir sejarah di perhelatan sepakbola dunia empat tahunan adalah saat ini.

Senada dengan Villa, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque mengatakan dirinya mengagumi Jerman. Ia memuji sukses Löw membangun tim, dengan mencampur pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman tapi rendah hati.

Del Bosque yakin Jerman akan bermain dengan taktik yang sama seperti ketika mengalahkan Argentina, sehingga laga menjadi sedemikian terbuka, saling serang dan bertahan, dengan banyak peluang di kedua kubu.

Löw tidak bisa memainkan Thomas Müller yang terkena akumulasi kartu. Cacau, pengganti Müller paling layak, masih cedera. Sang pelatih harus memilih antara Toni Kroos dan Piotr Trochowski sebagai pengganti Müller.

Sami Khedira yang menjalani perawatan akibat cedera otot usai laga perempat final, dipastikan tampil. Löw berharap Khedira dan Bastian Schweinsteiger mampu mengimbangi kecepatan Andres Iniesta dan Xavi Hernandez di lini tengah.

Di kubu Spanyol, Del Bosque dihadapkan pada pilihan sulit; tetap mempercayakan Fernando Torres, atau memberi kesempatan Fernando Llorente tampil sebagai starter bersama David Villa. Torres sama sekali belum memperlihatkan performa terbaiknya, dan menjadi kartu mati saat Spanyol menghadapi Paraguay. Torres, seburuk apa pun, masih paling ditakuti lini belakang Jerman.

Situasi Jerman: Joachim Löw kemungkinan menunjuk Toni Kroos sebagai pengganti Thomas Müller. Cacau, pemain kelahiran Brasil, siap bermain meski masih berjuang sembuh dari cedera. Sami Khedira cedera, tapi akan dipaksakan tampil melawan Spanyo.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Friedrich, Mertesacker, Boateng; Khedira, Schweinsteiger; Kroos, Özil, Podolski; Klose

Situasi Spanyol: Kecuali center-back Raul Albiol yang telah keluar dari turnamen, Spanyol relatif tanpa masalah cedera pemain. Namun Vicente del Bosque, pelatih La Furia Roja, harus memutuskan apakah tetap menggunakan Fernando Torres atau memberi kesempatan kepada Fernando Llorente. Atau menurunkan salah satu dari Cesc Fabregas atau David Villa sebagai pendukung David Villa.

Prakiraan Susunan Pemain  (4-2-3-1): Casillas, Ramos, Pique, Puyol, Capdevila; Busquets, Alonso; Iniesta, Xavi, Silva; Villa.

Prediksi: Ini akan menjadi laga super ketat, dan faktor penentu kemenangan adalah siapa yang mencetak gol pembuka. Jika Spanyol kebobolan lebih dulu, La Furia Roja menghadapi bahaya serius karena Jerman akan lebih kuat dan bermain dengan lebih cepat.

Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan peluang spanyol memenangkan laga 60 persen, Jerman 40 persen. Spanyol harus menyingkirkan 'kutukan Pele', mengatasi faktor eksternal. Spanyol juga harus melupakan pertemuan sebelumnya dengan Jerman. (Sumber: goal.com/fifa.com)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita