Selasa, 06/07/2010, 20:29:00
Biaya Rp 9,5 Miliar, Proyek Polder Kaligangsa Menyimpang dari DED
JAY-Riyanto Jayeng

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Rofii Ali (kiri) dan Abdullah Sungkar (kanan).

PanturaNews (Tegal) – Proyek Polder Dukuh Bayeman, Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal menyimpang dari penjelasan Detail Enginering Design (DED). Jika sesuai dengan DED yang dibuat konsultan CV Sumber Agung pada tahun 2008, Polder yang akan dibangun direncanakan sebagai kolam retensi atau Polder basah yang mampu menanggulangi banjir, dan sebagian untuk tempat rekreasi.

Demikian Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Rofii Ali, Selasa 07 Juli 2010. Menurutnya, dalam DED adalah Polder yang secara teknis dapat menjadi pengendali banjir di wilayah sekitar, dan dapat dijadikan sebagai sumber air minum saat musim kemarau.

“Polder yang diinginkan sesuai DED adalah Polder basah yang dapat menampung air, untuk dimanfaatkan sebagai sumber air di saat musim kemarau dan mengendalikan banjir serta untuk tempat rekreasi. Akan tetapi faktanya saat ini yang sedang dikerjakan adalah Polder kering, yang menampung air lalu dibuang menggunakan pompa ke sungai. Jelas ini sangat mengecewakan, karena dengan anggaran total Rp 9,5 miliar, Polder yang dibuat menyalahi DED.

Hal senada disampaikan rekan se-Komisinya, Abdullah Sungkar ST SE. Menurutnya, sudah sejak awal dirinya menegur Kepala Dinas pekerjaan Umum (DPU) kaitan perbedaan pekerjaan dengan DED. Bahkan saat ditegur, Kepala DPU Ir Gito Mursriyono mengaku kaget dengan adanya perbedaan itu.

“Secara pribadi saya sudah pernah menunjukan adanya perbedaan maksud antara DED dengan fakta riil proyek di lapangan. Kesalahan fatal itu nampak jelas sekali, sebab dalam DED dijelaskan yang dimaksud dengan Polder adalah Polder jenis basah, namun dalam pekerjaannya diimplementasikan sebagai Polder kering. Ini kan jauh menyimpang, lalu apakah nantinya Polder itu dapat bermafaat maksimal?,” jelas Sungkar.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita