Pakar telematika Indonesia, Prof. Dr Onno Widodo Purba (kaca mata)
PanturaNews (Tegal) – Perkembangan situs porno di Indonesia sangat memprihatinkan. Tercatat setiap tahun mencapai satu juta file. Sedangkan, dalam satu situs ada sekitar 200 halaman porno. Sehingga, perhitungan rata-rata telematika dalam satu tahun, mencapai 200 juta halaman porno. Hal itu dikatakan pakar telematika Indonesia, Prof. Dr Onno Widodo Purba, saat acara Belajar Bersama dengan Flexi, di Hotel Karlita Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 5 Juli 2010.
Ironisnya, sejak awal Januari 2010 hingga bulan Juli ini, sudah ada sekitar 9 juta situs porno. Sedangkan halamannya, sekitar 1 miliar halaman porno. Menurutnya, berkembangnya tehnologi selalu diiringi dengan hal yang negatif. Untuk itu, orang tua diminta lebih waspada terhadap anak-anaknya, yang gemar membuka internet.
“Dengan adanya perkembangan situs porno yang begitu signifikan, diharapkan orang tua lebih ketat terhadap anaknya. Langkah awalnya, komputer harus diproteksi, agar si anal tidak bisa membuka situs-situs tersebut,” kata Onno
Ditambahkan, untuk mengetahui kata kunci proteksi situs porno di komputer, tinggal ketik ‘Internet Sehat’ di Google saja. Nanti di situ, akan terlihat tata cara menggunakan computer yang baik dan benar. Sedangkan untuk pengusaha warnet, biasanya akan menggunakan alamat www.nawalaprojek.com.
“Seluruh warnet sudah memiliki assosiasi warnet sendiri. Dan untuk memproteksi situs porno, biasanya menggunakan alamat itu,” ujarnya.
Sementara, Direktur Life Komputer, Rudi Warsito, sengaja menyelenggarakan acara yang bertajuk Open Source, salah satunya untuk mensosialisasikan cara pemblokiran situs porno. Dalam acara itu dihadiri sekitar 300 peserta, yang seluruhnya guru SMP, SMA, SMK dari empat daerah, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang.
“Memang situs porno perkembangannya luar biasa. Dan siapa saja bisa melihatnya, yang penting tahu alamatnya. Untuk itu, kami sengaja mengadakan acara ini, supaya guru-guru bisa lebih tahu cara pemblokiran situs porno, di computer sekolahnya masing-masing,” pungkasnya.