Ratusan siswa melihat papan pengumuman penerimaan siswa baru di SMK Islam Pemalang. (FT: Guntur Handoyo)
PanturaNews (Pemalang) – Sedikitnya 150 calon siswa yang mengukuti tes kesehatan dan tes tertulis di SMK Islam Pemalang, Jawa Tengah, tidak diterima. Para calon siswa yang namanya tidak tercantum di papan pengumuman, Sabtu 04 Juli 2010, hanya bisa menangis.
Kepala SMK Islam Pemalang, Drs Wiyoni membenarkan sekolah yang dipimpinnya tidak menerima sekitar 150 pendaftar. Menurutnya, tidak diterimanya calon siswa karena gagal pada tres kesehatan, tertulis dan jumlah nilai hasil ujian nasional (UN).
“SMK Islam pada tahun ajaran 2010 - 2011 rencana hanya menampung 280 peserta didik siswa baru. Untuk jurusan mesin sebanyak 200 siswa dan 80 siswa lainnya jurusan elektro,” ujar Wiyoni.
Bagi Peserta didik yang diterima di SMK Islam Pemalang tahun ajaran 2010 - 2011, diwajibkan melakukan daftar ulang dari tanggal 05 - 07 Juli 2010 mulai dari jam 08.00 - 13.00 WIB. Persyaratanya melapor ke petugas dan meminta isian formulir daftar ulang, menyerahkan bukti nomor pendaftaran, menyerahkan formulir yang telah ditanda tangani oleh calon peserta didik dan orangtua murid. Selain itu calon siswa mengganti SKHUN sementara dengan SKHUN Asli dari pusat, dan menunjukkan Ijasah Asli.
Persyaratan lainnya, calon siswa diwajibkan titip uang SPP bulan Juli 2010, titip biaya praktek, iuran kegiatan kesiswaan, kegiatan OSIS selama setahun, iuran kegiatan kepramukaan, biaya laboraturium (Praktek Komputrer) selama setahun, membantu pengadaan buku dan kelengkapan
perpustakaan, membantu mengadakan kelengkapan Pramuka, Asuransi kecelakaan setahun, latihan Dasar Kepemimpinan dan Kaderisasi (Pesantren Kilat), biaya kemah bakti OSIS, kegiatan MOS dan MOP, dan biaya seragam sekolah.
Mengenai siswa yang tidak mampu, menurut Wiyoni, sekolahnya memberikan kebijakan sebanyak 40 siswa. Bahkan bagi orangtua yang tidak mampu pada ajaran baru, juga akan dibantu sekitar 5 - 10 persen dari jumlah siswa. SMK Islam Pemalang juga menyediakan bea siswa bagi anak berprestasi, yakni tiap kelas yang memperoleh ranking satu akan memperoleh bea siswa selama 3 bulan berturut turut.