Minggu, 20/12/2009, 16:23:00
Ratusan Hektar Sawah di Brebes Rusak
CH-Chalimin Wides

Akibat penggunaan pupuk non organik yang berlebihan, ratusan hektar sawah di Brebes terancam rusak parah (FT: Chalimin)

Panturanews (Brebes) – Sebanyak 100 Hektar (Ha) lebih lahan sawah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kondisinya makin memprihatinkan dan terancam rusak parah. Kerusakan lahan itu disebabkan penggunaan pupuk non organic dan pestisida berbahan kimia yang berlebihan. Demikian dikatakan Jamal Nasier (50), warga Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes yang juga salah satu distributor pupuk non organik, Minggu (20/12) pukul 16.00.

Menurut Jamal, indikator kerusakan itu adalah pemakaian pupuk setiap tahun meningkat untuk lahan yang sama. Atau tidak dapat mengandalakan pemakaian pupuk dengan dosis yang berimbang, seperti anjuran pemerintah. Karena apabila hal itu dilaksanakan, dapat dipastikan akan mengalami gagal panen atau tumbuh kerdil. “Artinya, kandungan unsur hara di tanah yang dibutuhkan oleh tanaman sudah tidak tersedia lagi, sehingga pemakaian pupuk dua kali lebih banyak dari sebelumnyamelebihi dosis” jelas Jamal.

Indikator lain, lanjut Jamal, meskipun dengan pupuk yang cukup, hasil pertanian tidak optimal. “Kondisi ini harus secepatnya mendapat perhatian serius, yaitu dengan melakukan perlakuan dan perbaikan lahan dengan menggunakan pupuk non organik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Dikatakan dia, dulu sebelum kerusakan terjadi, kebutuhan pupuk untuk 1 Ha sawah hanya berkisar 2,5 kwintal saja, namun untuk saat ini, petani harus menggunakan pupuk dua kali lebih banyak. “Kerusakan kandungan unsure hara, terutama pada sekitar tanaman bawang, harus segera diperbaiki sedini mungkin. Terobosan baru sejumlah produsen pupuk memproduksi pupuk organic, kami sangat mendukung langkah itu, termasuk pupuk organic produksi PT. Kujang,” paparnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita