Puluhan PSK Pelemen, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, keliling lokalisasi membawa foto Luna Maya dan mencaci maki, Minggu (20/12) (FT: Johari)
PanturaNews (Tegal) – Puluhan penjaja seks komersial (PSK) Peleman, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jateng, menggelar aksi demo menghujat yang disertai pembakaran foto Luna Maya, di lokalisasi Pelemen, Minggu (20/12) pukul 12.30 WIB. Puluhan PSK itu keliling lokalisasi, sambil membawa foto Luna Maya dan mencaci makinya. Mereka minta agar Luna Maya mencabut pernyataannya karena dianggap telah melecehkan profesi wartawan dan PSK.
Sumiyati (36) penghuni lokalisasi setempat menyayangkan Luna Maya, sebagai publik figur mengeluarkan statement yang melecehkan profesi wartawan dan PSK. “Dia sendiri belum tentu suci, kita semua tahu bahwa Luna juga telah merebut suami orang, itu lebih jahat dari pelacur,” kata Sumiyati berapi-api.
Hal yang sama juga dikatakan, Sri Maryati (25), dia sangat kesal dengan pernyataan Luna Maya, yang telah melecehkan profesi PSK dan sesama wanita. “Kami PSK Pelemen, minta agar Luna Maya mencabut statemennya,” ujar Sri Maryati.
Andiocin (44) Ketua RT 25/10, lokalisasi Pelemen merasa terhina dengan profesi warganya. “Sebagai public figure, tidak sepantasnya dia berkata itu,” ujar ketua RT.
Melalui statusnya di account twitter, Luna mencaci maki pekerja Infotaiment dengan kalimat bahwa wartawan infotaiment lebih hina dari pelacur dan pembunuh!!!!may ur soul burn in hell!!!. Status yang merendahkan dan mengucilkan pekerja infotainment. Sampai akhirnya status tweet-nya dihapus.
Menurut berita yang beredar, presenter acara Dahsyat itu merasa kecewa dengan cara pekerja infotaiment dalam mencari berita. Kejadian itu terjadi Selasa malam (15/12) saat pekerja infotaiment beraksi mengambil gambar Luna yang tengah mengendong Alea, anak Ariel di acara premier film 'Sang Pemimpi' di Plaza EX, Jakarta.