Jumat, 25/06/2010, 17:51:00
Ratusan Naker Asal Brebes Terlantar di Bima NTB
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Akibat gaji selama satu bulan belum dibayarkan, sebanyak 320 tenaga kerja (Naker) galian kabel asal Kecamatan Banjarharjo, Kabaputen Brebes, Jawa Tengah, terlantar di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Nasib mereka terkatung-katung dan minta dipulangkan.

Salah seorang pekerja yang terlantar, Rastim ketika dihubungi lewat telepon, Jumat 25 Juni 2010, mengaku dia menjadi penggali kabel di Bima sebulan lebih. Rastim dan ratusan temannya direkrut oleh seorang mandor asal Desa Karedenan, Kecamatan Kersana, Brebes sejak 16 Mei 2010 lalu. "Saya dan teman-teman bekerja untuk PT Citra Adiatma, Cakung, Jakarta Timur sebagai rekanan pemenang tender galian kabel," katanya.

Padahal, lanjut Ratim, sesuai perjanjian para pekerja direkrut dengan sistem borongan. Dalam mempekerjakan satu meter galian kabel, dijanjikan mendapat upah sebesar Rp 9.000. Selain itu, pekerja juga dijanjikan mendapatkan uang makan Rp 25.000 dalam sehari. Namun demikian, setelah sebulan lebih bekerja, gaji yang dijanjikan itu belum dibayar.

"Janjinya upah akan dibayarkan setiap bulan. Tapi ketika saya dan para pekerja lain minta kepada mandor selaku coordinator, dia malah kabur," tutur Ratim dengan nada gelisah. Dia dan para pekerja lain berharap kepada Pemkab Brebes untuk ikut membantu agar gaji selama satu bulan lebih dibayar, dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Pernyataan senada disampaikan Akhmadi (40), salah seorang yang terlantar asal Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo. Menurutnya, dari beberapa desa lain yang ada di Kecamatan Banjarharjo juga nasibnya sama terkatung-katung. Kini, mereka tinggal di Jalan Rabakudu, Kampung Sarae, Kecamatan Loha, Kabupaten Bima.

Sementara itu, Kabid Pelatihan Tenaga Kerja dan Penyaluran Transmigrasi, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Pemkab Brebes, H Mabruri mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan adanya para pekerja asal Kecamatan Banjarharjo yang nasibnya terkatung-katung, akibat gaji belum dibayar. Namun, pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalah tersebut.

"Kami akan lebih dahulu melaporkan persoalan ini ke pimpinan agar bisa mengambil langkah penyelesaian. Selain itu, kami juga akan menghubungi PT Citra Adiatma yang memperkejakan mereka," ungkapnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita