Aksi Teatrikal
PanturaNews (Brebes) - Setelah kasus pengrusakan dokumen pemenang lelang di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang Pemkab Brebes, yang dilakukan oleh oknum LSM beberapa waktu lalu, kini muncul kasus baru. Tidak tanggung-tanggung, mafia proyek minta agar dirinya dimenangkan dalam proses lelang, mengancam Kepala Dinas DPU dan panitia lelang dengan menodongkan pistol.
Sayangnya adegan ngeri itu, hanya aksi teatrikal yang dilakukan oleh gabungan LSM dan rekanan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Semua itu dilakukan sebagai bentuk protes dugaan praktik mafia proyek di lingkungan DPU dan Tata Ruang Pemkab Brebes. Mereka menuntut agar kasus mafia proyek diusut tuntas karena telah meresahkan dan menyebabkan hasil pekerjaan proyek tidak sesuai bestek.
Dalam aksi tersebut, dua aktivis LSM berperan menjadi panitia lelang, sedangkan seorang lagi menjadi oknum rekanan dengan tulisan 'Sang Garong'. Sementara aktivis LSM lainnya berperan sebagai Kepala Dinas DPU, dengan kalung papan nama bertuliskan 'Kadin'. Aksi itu awalanya terlibat adu mulut, namun tiba-tiba datang oknum rekanan mengeluarkan pistol dan mengancam.
Koordinator aksi, M. Subkhan kepada PanturaNews, Kamis 24 Juni 2010 usai mengelar aksi teatrikal, mengatakan aksi teatrikal itu sebagai bentuk kritik terhadap kelompok tertentu yang kerap menekanan dan intimidasi panitia lelang serta kepala dinas untuk mendapatkan proyek.
Bahkan, ada yang berani mengancam dengan senjata api. Akibatnya, membuat panitia lelang ketakutan. Hal itu akan berdampak pada kualitas proyek. Ujung-ujungnya rakyat yang dirugikan, karena baru dibangun proyek sudah rusak. "Kami menuntut praktik mafia proyek diusut tuntas. Lelang proyek di DPU harus sesuai aturan, tanpa adanya penekanan dari pihak manapun," kata Subkhan.