Warga berduyun-duyun menyambut kedatangan jenazah Maman, TKI yang diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Sementara keluarga korban terus histeris menyaksikan peti pati, Jumat (18/12) sore (FT: Agus Zahid)
PanturaNews (Kajen) – Jenazah Nurrohman (28) alias Maman, warga Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, TKI yang diduga tewas dibunuh di Malaysia pekan kemarin, Jumat (18/12) sore sekitar pukul 17.00 WIB tiba di kediamanya di RT 06, RW 02 Desa Bener, Wiradesa. Kedatangan jenazah Maman disambut histeris oleh keluarganya.
Sejumlah warga pun berbondong-bondong mendatangi rumah Maman untuk menyambut TKI naas di Malaysia ini. Tangis, Ibu Nurokhman dan calon istrinya, Lestari terus meledak dan histeris. Mereka seolah tak percaya tehadap kematian Maman yang merupakan tulang punggung keluarga pulang hanya dengan jasad yang telah kaku.
Sobirin, kerabat Maman mengatakan, kematian kerabatnya itu sangat memukul pihak keluarga, apalagi dalam waktu dekat Maman akan melakukan pernikahan. "Kematian Maman ini sangat memukul pihak keluarga, apalagi bulan April mendatang akan menikah," katanya.
Sementara Chosim ayah Maman, berharap kepada pihak yang berwajib dapat segera menangkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap putranya. Karena Maman adalah tulang punggung keluarga yang sangat diharapkan, dan dalam waktu dekat akan menikah. "Kami sangat berharap pelaku dapat tertangkap secepatnya dan di hukum seberat-beratnya," harapnya.
Berita sebelumnya, Maman yang telah bekerja selama dua tahun enam bulan, dikabarkan tewas dibunuh setelah sebelumnya sempat hilang dua hari dari sebuah bengkel las di Sibu Dinklik Wong Lorong 18 Sarawak Malaysia tempat kerjanya. Kabar itu pertama kali diterima oleh ibu korban, Barokah dari adiknya Nurrokhmat yang juga sebagai TKI di Malaysia.