Kamis, 17/06/2010, 20:32:00
Pelatihan Pendampingan dan Anak Korban Kekerasan
ZM-Zaenal Muttaqin

Pelatihan pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan, digelar di Aula Kecamatan Bumiayu. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bumiayu) - Beredarnya video porno yang pemerannya mirip artis, menunjukkan merosotnya moral generasi bangsa ini. Karenanya para orang tua harus bisa memberikan perlindungan pada anak-anaknya untuk tidak menjadi korban dari kemerosotan moral itu.

Demikian disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kabupaten Brebes 'Tiara', Dra Aqilatul Munawaroh MPd pada kegiatan Pelatihan Pendampingan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, di Aula Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Kamis 17 Juni 2010 siang.

"Perlindungan pada anak jangan hanya secara fisik atau materi saja, lebih penting dari itu adalah perlindungan moral dengan memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap ajaran agama secara baik," katanya.

Menurutnya, anak harus diberi pengertian tentang batas-batas antara yang halal dengan yang haram dalam segala hal termasuk dalam hal perilaku. Dengan pemahaman yang benar dan keimanan yang mendalam terhadap ajaran agama. "Agama dan keimanan adalah benteng satu-satunya untuk menghadapi serbuan dekadensi moral itu," ujar Aqilah.

Lebih lanjut dia mengatakan, dampak negatif dari beredarnya video porno dengan pemerannya yang mirip artis, cukuplah besar. Diantaranya akan banyak anak-anak yang semestinya belum boleh tahu menjadi tahu atau prematur. "Karena kasus video porno itu terus merebak dan menjadi konsumsi umum, mengakibatkan anak-anak yang semestinya belum saat tahu menjadi tahu, mereka terlalu dini untuk tahu tentang masalah sex dan itu sangat tidak baik," terangnya.

Selain Aqilah, kegiatan Pelatihan Pendampingan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan menghadirkan pembicara Kabid Perempuan dan Anak BKBPP Pemkab Brebes, Komar SE, Kanit UPPA Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Puji Haryati dan Petty Juniarty SPsi dari Bagian Pelayanan Psikologi RSUD Brebes.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang teridiri para pengurus organisasi kewanitaan yang ada di Kecamatan Bumiayu, antara lain Fatayat NU, Aisyiyah dan lainnya. Ikut serta pula perwakilan dari PAC GP Ansor Bumiayu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita