Jumat, 18/12/2009, 17:35:00
Direktur BMT Al Isro Dipolisikan
AZ-Agus Zahid

Sejumlah nasbah BMT Hilal Wonopringgo tengah menuntut penarikan tabungan miliknya di BMT Hilal. (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Usai mengadu ke Dinsos Nakertrans Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah para karyawan BMT Hilal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/12) sore melaporkan Direktur BMT Al Isro, Bambang Suparyono Raharjo ke Mapolres Pekalongan. Bambang dilaporkan dengan tuduhan telah menipu para karyawan yang dipekerjakan di cabangnya, yakni  BMT Hilal Wonopringgo. “Kami langsung melaporkan ke polisi,” ujar Manager BMT Hilal, Ratna Yuliastuti SE.

Menurut Ratna, laporanya ke pihak kepolisian terkait penipuan dan penggelapan uang nasabah yang tidak dibayarkan sebagaimana dalam perjanjian. Selain itu, uang jaminan 19 karyawan yang dijanjikan akan dikembalikan ketika karyawan tidak bekerja lagi di BMT tersebut juga belum ada realisasi.

“Karyawan yang bekerja di minta uang jaminan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dan yang mengelola pegawai Dinsosnakertrans, Edi S, tapi ternyata uang tersebut tidak dikembalikan,” ungkap Ratna. Ratna mengaku, dirinya beserta 18 karyawan lainnya telah dimintai keterangan oleh polisi. Mereka diperiksa satu-persatu untuk menjelaskan kronologis kasus tersebut.

Menurutnya, tidak hanya karyawan cabang BMT Hilal di Pekalongan yang melapor, namun BMT Al Isro di daerah lainnya pun seperti Jogjakarta juga mengalami masalah yang sama. “Kita sudah dimintai keterangan tentang laporan kasus ini,” tandasnya.

Sementara pihak kepolisian langsung menindak lanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan untuk memperdalam kasusnya.

Manager BMT Hilal Ratna Yuliastuti SE mengatakan, pendirian BMT Hilal atas inisiatif oknum pegawai Dinsos Nakertrans Kabupaten Pekalongan. Bahkan dirinya dan staf pegawai BMT Hilal menjadi karyawan juga direkrut oleh oknum PNS tersebut. “Saya menjadi karyawan BMT Hilal juga yang merekrut dia (Oknum Pegawai Dinsos Nakertrans-red), BMT Hilal cabang BMT Isro Jogjakarta milik Bambang Supriyono Raharjo (Keduanya asal Jogjakarta-red),” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan nasabah menggruduk kantor BMT Hilal di Jalan Raya Wonopringgo, mereka menuntut pengembalian tabungan mereka, karena bank tersebut sudah tutup dan uang nasabah tidak bisa ditarik.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita