Rabu, 16/06/2010, 09:48:00
Curah Hujan Tinggi, Delapan Desa Rawan Longsor
ZM-Zaenal Muttaqin

Warga melakukan kerja bhakti membersihkan puing-puing rumah yang rusak dan longsoran tanah yang menutup jalan desa, Selasa 08 Juni 2010 sekitar pukul 22.00 WIB lalu di Dukuh/Desa Kaliloka RT 06 RW 03 Kecamatan Sirampog. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Sirampog) - Warga di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana longsor. Pasalnya, saat kini curah hujan sangat tinggi, sehingga potensi terjadinya bencana tanah longsor cukup besar.

Demikian disampaikan Kasi Tramtib Kecamatan Sirampog, Sahadi kepada PanturaNews, Rabu 16 Juni 2010 pagi. "Hingga pertengahan Juni ini curah hujan masih sangat tinggi dan itu berpotensi menimbulkan longsor," katanya.

Menurutnya, Wilayah Kecamatan Sirampog yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Slamet di sebelah barat, termasuk daerah yang diprediksi rawan bencana longsor. Pada semester pertama tahun 2010 ini juga telah beberapa kali terjadi bencana tanah longsor di beberapa desa. "Sejak Januari hingga Juni 2010 ini terjadi telah longor di beberapa desa," ujar Sahadi.

Bencana tanah longsor yang terjadi selama enam bulan terakhir tersebut, meski tidak ada korban jiwa tapi telah mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. "Beberapa waktu lalu rumah warga di Desa Buniwah, Desa Manggis mengalami kerusakan, jalan desa serta jembatan dan jalan di Desa Kaligiri serta Desa Mlayang juga rusak, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah," tutur Sahadi.

Dikatakan, ada delapan desa di Kecamatan Sirampog yang rawan bencana longsor. Yakni, Desa Batursari, Desa Kaligiri, Desa Sridadi, Desa Mendala, Desa Buniwah, Desa Mlayang, Desa Manggis dan Desa Kaliloka. "Potensi kemungkinan terjadi longsor cukup besar di delapan desa itu," ucap Sahadi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sosialisasi telah dilakukan kepada warga di delapan desa tersebut untuk selalu waspada. Warga juga diminta untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap terjadinya longsor. Yakni dengan penataan lingkungan yang baik, seperti pembuangan limbah air rumah tangga dan penataan drainase di lingkungan pemukiman dan jalan-jalan.

"Banyak bangunan rumah warga yang letaknya dekat bahkan di pinggir tebing, jika pembuangan air limbah tidak baik bisa mengakibatkan terjadinya longsor. Begitu pula dengan drainase di lingkungan pemukiman kalau tidak tertata dengan baik ketika turun hujan besar airnya tidak bisa mengalir secara normal dan itu akan mengakibatkan terjadinya longsor," terang Sahadi.

Pemerintah desa juga diminta untuk selalu mengontrol daerah-daerah didesanya yang rawan terjadi longsor. Jika ada tanda-tanda akan longsor segera dilakukan penanganan bersama warga. "Langkah pencegahan harus diutamakan untuk menghindari jatuhnya korban baik materi maupun jiwa," tandas Sahadi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita