dr Laode Budoino MPH
PanturaNews (Brebes) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kecipratan rezeki menyusul kebijakan Pemerintah Pusat mengalokasikan dana hibah untuk daerah sebesar Rp 20 miliar melalui APBN.
Dari Rp 20 miliar itu, Rp 16 miliar akan digunakan untuk proyek pembangunan pengembangan sarana dan prasarana (Sarpras) di dua tempat yakni RSUD Brebes dan Bumiayu, sisanya untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) dan lainnya.
Kepala Dinkes yang juga Plh Direktur RSUD Brebes, dr Laode Budoino MPH ketika dikonfirmasi PanturaNews, sebelum membahas rapat inventarisir Raperda di Gedung DPRD setempat, Jumat 11 Juni 2010 membenarkan.
Menurutnya, dana tersebut sebelumnya diusulkan dalam APBN 2010. Semula alokasinya untuk pemerintahan, karena dinilai kurang tepat maka dialihkan untuk daerah dalam bentuk dana hibah.
“Akhirnya dialihkan untuk pengembangan sarpras di Dinkes,” ujar Laode.
Terkait dana hibah tersebut, pihaknya mengaku sering kali diteror oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Teror itu terkait akan dilelangkannya pembangunan sarana dan prasarana RSUD Brebes dan Bumiayu serta pengadaan alkes yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Teror juga ditujukan kepada panitia-panitia lelang.
"Jika pengajuan dokumen lelang yang nantinya diserahkan ke panitia lelang, kemudian tidak dimenangkan oleh rekanan yang dimaksud, maka oknum tersebut terus meneror," ungkap Laode.
Meski begitu, pihaknya tetap akan melaksanakan pendaftaran lelang bagi peserta manapun, tidak harus rekanan dari Brebes. Prosedur pendaftaran lelangnya kali ini melalui sistem pelayanan online (via internet). Hal itu, selain untuk mengantisipasi premanisme, diyakini dengan sistem online lebih transparan. Panitia sendiri diharapkan nantinya bersikap fair.