Kamis, 10/06/2010, 17:02:00
Mangkrak, Koalisi LSM Demo Pasar Buah Karanganyar
AZ-Agus Zahid

Pendemo melakukan aksi, menuntut agar Pasar Buah Karanganyar segera di fungsikan. (FT Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan aksi demo di Pasar Buah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 10 Juni 2010 jam 12.00 WIB. Mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera mengfungsikan pasar tradisional yang dibangun dengan dana APBN sebesar ratusan juta rupiah.

Para aktifis LSM ini melakukan orasi di sepanjang Jalan Karanganyar, mereka mengecam keras pengembangnya, karena dinilai kurang bertanggungjawab. Sehingga pedagang enggan menempati pasar itu. Padahal, kondisi pasar sudah mangkrak sejak 10 bulan, hingga saat ini masih kosong dan mulai rusak. "Kami minta pemerintah segera mengfungsikan pasar ini, karena dibangun menggunakan uang rakyat," kata Kordinator Aksi Mustofa,

Mustofa menyayangkan, pemerintah daerah, dalam hal ini Disperindakkop yang terkesan tidak serius menata para pedagang buah di kawasan tersebut, sehingga terkesan kumuh, karena banyaknya kios-kios yang dibangun di sepanjang kawasan itu. "Kalau ini dibiarkan mangkrak, kami akan terus melakukan demo," tegasnya.

Mustofa menambahkan, pemerintah kurang profesional dalam memilih rekanan terkait dengan pekerjaan itu, sehingga dari sisi kualitas bangunan terlihat buruk dan beberapa titik sudah mulai rusak, atap mulai jebol dan gapura sudah mulai miring. "Ini akibatnya, kalau pekerjaan tidak digarap oleh ahlinya. Kyai itu tidak usah main proyek, urus saja itu santri," ungkapnya.

Sementara Korlap aksi demo, M Solehan, yang juga Ketua LSM GOST meminta agar pihak -pihak terkait peduli dan tegas menindak lanjuti kasus itu. Sebab ada indikasi penyelewengan terhadap pembangunan pasar tersebut. Jika tidak, pihaknya akan terus mengungkap dugaan penyimpangan uang negara itu. "Tolong pihak terkait, segera menindak lanjuti kasus ini, jangan menutup mata, yang jelas kami tidak akan berhenti di sini, biar tidak ada kesan jika yang kuat itu selalu benar," ujar Solehan yang diamini oleh Ketua LSM GAMI HM Taufik.

Senada dengan itu Aktifis Perempuan dari Jakarta Agustina, menyatakan jika dirinya prihatin dengan kondisi pembangunan pasar itu. Pasalnya, pasar itu tidak layak pakai bagi pedagang buah yang berada di sekitar kawasan tersebut. Padahal dibangun dengan biaya ratusan juta dari uang rakyat. "Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji'un, saya sangat prihatin kenapa kyai yang bukan ahlinya main proyek," katanya.

Sementara KH Badrudin, yang diduga pengembang pasar itu ketika dikonfirmasi membantah jika dirinya yang mengerjakan pasar itu. Menurut dia, dirinya tidak tahu menahu mengenai pembangunan maupun kondisi pasar tersebut. "Saya tidak tahu itu, siapa yang mengatakan saya yang mengerjakan," ujar dia.

Kepala Disperindakkop Muritno MM, belum bisa dimintai keterangan mengenai hal itu. Ketika dikonfirmasi melalui via telpon tidak diangkat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita