PanturaNews (Tegal) – Sebagai salah satu syarat penegerian sebuah perguruan tinggi harus memiliki lahan minimal 30 hektar. Sementara Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, satu-satunya perguruan kebanggan masyarakat Kota Tegal, baru memiliki lahan sekitar 5,5 hektar, sehingga kekurangannya masih banyak. Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal siap membantu lahan seluas 10 hektar, yang merupakan tanah ‘Bengkok’ di Kelurahan Margadana. Hal itu disampaikan Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak, kepada sejumlah wartawan usai rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (17/12).
Menurut Ikmal, bentuk kepedulian Pemkot Tegal terhadap penegerian UPS yang harus memiliki lahan 30 hektar, maka pemkot membantu 10 hektar. Sedangkan kekurangannya diharapkan pihak UPS usaha sendiri. “Yang namanya bantu tidak harus semua,” kata Ikmal.
Lebih lanjut kata Ikmal, masyarakat Margadana sangat mendukung jika kampus UPS ada di Margadana. Karena tentunya ekonomi warga setempat akan hidup, baik dari persewaan penginapan, jasa foto copy maupun warung-warung. “Kami mengharapkan UPS bias kumpul di Kota Tegal, namun semua itu kami serahkan kepada UPS,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penegerian UPS akan mengalami kendala karena persyaratannya harus menyediakan lahan 30 hektar. Sementara lahan yang kini dimiliki UPS baru sekitar 5,5 hektar. Dengan sukarela, mahasiswa, dosen dan karyawan melakukan iuran untuk memenuhi persyaratan itu.
Pemkot Siap Bantu UPS Lahan 10 Hektar
PanturaNews (Tegal) – Sebagai salah satu syarat penegerian sebuah perguruan tinggi harus memiliki lahan minimal 30 hektar. Sementara Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, satu-satunya perguruan kebanggan masyarakat Kota Tegal, baru memiliki lahan sekitar 5,5 hektar, sehingga kekurangannya masih banyak. Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal siap membantu lahan seluas 10 hektar, yang merupakan tanah ‘Bengkok’ di Kelurahan Margadana. Hal itu disampaikan Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak, kepada sejumlah wartawan usai rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (17/12).
Menurut Ikmal, bentuk kepedulian Pemkot Tegal terhadap penegerian UPS yang harus memiliki lahan 30 hektar, maka pemkot membantu 10 hektar. Sedangkan kekurangannya diharapkan pihak UPS usaha sendiri. “Yang namanya bantu tidak harus semua,” kata Ikmal.
Lebih lanjut kata Ikmal, masyarakat Margadana sangat mendukung jika kampus UPS ada di Margadana. Karena tentunya ekonomi warga setempat akan hidup, baik dari persewaan penginapan, jasa foto copy maupun warung-warung. “Kami mengharapkan UPS bias kumpul di Kota Tegal, namun semua itu kami serahkan kepada UPS,” ujarnya
Seperti diberitakan sebelumnya, penegerian UPS akan mengalami kendala karena persyaratannya harus menyediakan lahan 30 hektar. Sementara lahan yang kini dimiliki UPS baru sekitar 5,5 hektar. Dengan sukarela, mahasiswa, dosen dan karyawan melakukan iuran untuk memenuhi persyaratan itu.