Kamis, 27/05/2010, 18:34:00
Beredar Tabung Gas 3 Kg Ilegal, Pertamina Tolak Mengganti
YN-Yerry Novel

Meydi, manager SPBE PT Arwana Jaya Sentosa (AJS) memperlihat tabung gas 3 Kg yang rusak.

PanturaNews (Tegal) – Banyaknya kasus tabung gas 3 Kg meledak, karena diduga beredar tabung gas ilegel yang mutunya kurang bagus dan mudah bocor. Hal itu karena adanya permainan perusahaan tabung gas illegal dengan pengusaha stasiun pengisian bahan baker elpiji (SPBE). Sehingga Pertamina menolak pengembalian tabung gas yang bocor dari SPBE atau retur.

Pasalnya, kuota tabung gas yang diberikan oleh Pertamina hanya 490 ribu, ternyata  membengkak menjadi 560 ribu tabung gas isi 3 Kg. Hal itu disampaikan Humas Pertamina Jawa Tengah dan DIY, Hepi Wulansari, saat dihubungi PanturaNews, Kamis 27 Mei 2010, melalui telepon gengamnya.

Pihak Pertamina membantah adanya kuota gas 3 Kg, namun hanya penertiban agen dan pengaturan alokasi dan system rayonisasi agar tertib. “Artinya ada agen yang dikurangi dan ada yang ditambah stoknya, sesuai kebutuhan rayon masing masing,” ungkap Hepi.

Selama ini, lanjut Hepi, kebutuhan gas 3 Kg di Jawa Tengah dan DIY, kompensasi gas sebanyak 362 ribu tabung per bulan. Namun setelah adanya rayonisasi naik menjadi 490 ribu tabung. Dan rayonisasi ini, akan ditetapkan, guna menghindari penjualan gas 3 Kg oleh oknum ke daerah pinggiran seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Ditambahkan, tabung gas 3 kg yang sudah menumpuk di agen atau SPBE, pihaknya tidak bisa mengganti dengan yang baru. Karena mayoritas tabung yang rusak itu illegal. Dan itu menjadi tanggung jawab agen atau SPBE.

“Selama ini sudah di kuotakan tabung gas 3 kg sebanyak 490 tabung, tapi kenapa sekarang membengkak menjadi 560 ribu tabung. Untuk itu, kita tidak akan mengganti tabung gas yang illegal atau bukan SNI,” tegas Hepi.

Sementara menurut Meydi, manager SPBE PT Arwana Jaya Sentosa (AJS) di Jalan Mataram nomer 8 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, kepada PanturaNews, Kamis 27 Mei 2010.

Akibat pengisian ulang gas 3 Kg dibatasi hingga 80 persen, kedepan akan terjadi kelangkaan barang. Sebab, yang biasa mengisi per hari rata rata 20 ribu, karena dibatasi kini hanya 7 ribu saja.

Menurutnya, kuota akan terjadi awal Juni 2010 mendatang. Selain itu SPBE juga tidak boleh terima retur tabung gas yang bocor. Padahal, tabung gas 3 Kg yang bocor sudah menumpuk di gudang. Untuk itu management SPBE Tegal, per 25 Mei 2010, tidak melayani retur. “Tabung gas 3 Kg ditempat kami sudah hampir 20 ribu tabung. Dan rusak semua, mayoritas bocor. Selama pertamina belum bisa mengganti, kami tidak bisa melayani para agen maupun pengecer untuk mengganti tabung gas yang bocor dengan tabung baru,” terang Meydi.

Tadinya, lanjut Meydi, dari SPBE sudah menyiapkan 15 ribu tabung gas 3 Kg untuk penukaran. Dan yang sudah dikeluarkan ke konsumen mencapai 3 ribu tabung lebih. Karena ada himbauan dari pertamina aka nada system kuota alias pembatasan pengisian, pihaknya menolak jika ada yang mengembalikan tabung gas karena bocor.

“Yang sering bocor antara pentil dan pipanya. Sedangkan yang sering meledak atau kebakaran karena regulator yang kualitasnya kurang bagus,” ujarnya.

Meydi juga mengakui, adanya tingkat kebocoran yang disebabkan kualitas tabung yang kurang bagus. Dan tabung itu berasal dari pabrik yang berbeda, yakni dari PT Wika Intrat (WI) Jakarta. “Kualitas dari PT WI terlihat kurang bagus, terbukti tabungnya banyak yang bocor,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita