Lelaki tanpa identitas yang tewas tertabrak Loko terbujur di ruang jenazah RSU Bumiayu (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Bumiayu) - Pria tanpa identitas ditemukan tewas di rel Kereta Api (KA) di Kilometer 313 + 6/7, jalur Bumiayu-Purwokerto, Rabu malam 26 Mei 2010 sekitar pukul 23.30 WIB. Tepatnya di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Hingga Kamis siang 27 Mei 2010 belum ada pihak yang mengakui sebagai anggota keluarganya.
Informasi yang diperoleh, korban diperkirakan berusia 70 tahun dengan warna kulit sawo matang dan rambut telah beruban. Pertama kali ditemukan oleh Yohan (26) dan Mahrous (31) warga setempat. Kedua warga itu langsung melaporkan ke Komarudin,Kepala Desa (Kades) Adisana, kemudian lapor ke Polsek Bumiayu.
oleh petugas dari Polsek Bumiayu, malam itu juga korban dievakuasi dan dibawa ke RSU Bumiayu. Kini mayat tak dikenal itu masih disemayamkan di kamar mayat RSU tersebut.
Kapolres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy SIK MH, melalui Kanit Reskrim Polsek Bumiayu, Ipda Eko Sugeng P membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga tewas seketika setelah tertabrak Loko KA CC 20159, yang melintas dari arah stasiun Bumiayu menuju Purwokerto. "Korban tengah berjalan dan tertabrak dari arah belakang," katanya.
Akibatnya korban mengalami pecah kepala dan patah pada tulang kaki. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. "Dari penyelidikan petugas, korban murni tewas karena kecelakaan tertabrak kereta api," ujar Eko.
Saat ditemukan korban mengenakan kaos warna coklat muda dengan saku di bagian depan dan mengenakan topi serta membawa parang. Pada saku kaosnya juga ditemukan beberapa butir buah melinjo. "Tidak ada identitas seperti KTP atau lainnya, sehingga belum bisa dipastikan korban seorang petani atau gelandangan," pungkas Eko.