Para perias pengantin mengikuti uji kompetensi di LPK Melati Pemalang. Inzet: Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Kabupaten Pemalang, Hj Kristanti. (FT: Guntur Handoyo)
PanturaNews (Pemalang) –Meski sudah diakui kepakaran di bidang rias pengantin, namun untuk menjadi perias yang profesional harus memiliki kompetensi teori dan praktik yang diakui melalui uji kompetensi.
Demikian Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang juga pengelola LPK Melati Pemalang, Hj Kristanti Didiek. “Dengan uji kompetensi diharapkan para peserta akan menjadi perias pengantin yang profesional di wilayahnya,” ujarnya, Rabu 26 Mei 2010 sore di kantornya, Jalan Merbabu Pemalang.
Menurut Sekretaris Lembaga Sertifikasi Kompetensi Jakarta, Hj Irien Ibrahim, uji kompetensi rias pengantin ke–3 yang dilaksanakan LPK Melati Pemalang yang diikuti 14 perias sangat bagus. Peserta dalam ujian praktek dengan gaya pengantin Paes Ageng Yogyakarta dan gaya pengantin Sunda Putri semuanya cekatan dan terampil.
Sementara penguji lainnya, Hj Bawuk Sumiyati dari Yogyakarta menlelaskan, Pengantin Jogja Paes Ageng menggunakan dodot atau kampuh lengkap dengan perhiasan khusus. Paes hitam dengan sisi keemasan pada dahi, rambut sanggul bokor dengan gajah ngolig yang menjuntai indah, serta sumping dan aksesoris unik pada mempelai wanita. Pada pengantin pria, memakai kuluk menghiasi kepala, ukel ngore (buntut rambut menjuntai) dilengkapi sisir dan cundhuk mentul kecil.
Dikatakan Hj Kristanti, tata rias wajah pengantin Sunda Putri sebagian besar menggunakan warna-warna kuning. Seperti halnya pengantin-pengantin yang ada di Pulau Jawa, kegiatan merawat kecantikan mulai dari lulur, mangir, ratus untuk rambut, mandi rempah dan minum jamu selalu dilakukan oleh calon pengantin Sunda.
“Pengantin wanita juga mengenakan sanggul yang disebut sanggul Puspa Sari. Ada beberapa hiasan penting penghias sanggul yaitu 6 buah kembang tanjung dan 7 buah kembang goyang. Pengantin wanita Sunda Putri mengenakan ronce bunga yang terdiri dari Mangle Pasung, Mangle Susun, Mangle Sisir, Panetep, Mayangsari yang terbuat dari bunga sedap malam. Sebagai pelengkap adalah giwang atau subang,” tutur Hj Kristanti.
Uji kopentensi 14 perias pengantin untuk gaya Paes Ageng, diikuti perias Rini Ponco, Sri Dwiyati, Tri Atmi, Supriyatini, Ria Harmonis, Mulyati, Maemunah, Erlina dan Lulus Ujiyati. Sedang untuk uji kompetensi gaya Sunda Putri diikuti Hj Tuti Saripah Istiqomah, Hj Istirakah, Murdiningsih, Turiyah, Ani Sutrisnowati dan Naeni Mei Arsih.