Anindya Pravda Nianza bangga dengan piala dan piagam didampingi neneknya, Suprapti. (FT: Yerry Novel)
PanturaNews (Tegal) – Gayanya sangat menggemaskan. Setiap tampil, wajahnya yang imut dan jalannya yang gemulai selalu memukau penonton. Maka tak heran, setiap kali mengikuti kejuaraan baik tingkat regional maupun nasional, tropy dan piagam dipastikan berada di tangannya.
Gadis cantik berambut panjang itu adalah Anindya Pravda Nianza (7) yang akrab disapa Anin. Prestasi yang diukir pada tahun 2010 ini sangat mencengangkan, yakni Juara 1 pemilihan Bintang Sinetron 2010 tingkat Nasional di Jakarta, 25 April 2010 lalu.
Putri pasangan Andaryani dan Doni Widianto itu, kini tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan Layur Gang 4 Nomor 9 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah. Kedua orang tuanya bekerja di luar kota.
“Cita-cita saya, ingin menjadi artis terkenal, seperti Karla,” tutur Anin yang duduk di bangku kelas 1 SD Negeri Tegalsari 1 Kota Tegal, Rabu 26 Mei 2010 sore. Ditambahkan, bahwa Karla adalah pemain sinetron ‘Suami Suami Takut Istri’ di salah satu stasiun televise swasta.
Menurut kakek Anin, Dasta, cucunya sudah mengenal dunia akting dan modeling sejak usia 2 tahun. Saat itu, Anin menjadi Juara II Lomba Bayi Ceria kategori joget di Mall Dedy Jaya Tegal. Selanjutnya, sejak usia 7 tahun, Anin mulai mengikuti Lomba Star Model se-Jawa Tengah di Rita Mall Tegal dan berhasil menjadi Juara 1. “Kami senang sekali, cucu kami sangat berbakat,” ujar Dasta.
“Kami mendukung semua prestasi Anin, bahkan kami akan rela mengorbankan segala-galanya untuk membahagiakan Anin,” sambung nenek Anin, Suprapti.
Prestasi Anin yang membuat kakek dan neneknya bangga, adalah Pemilihan Bintang Sinetron 2010 tingkat Nasional di Ball Room Hotel Lumerei, Jakarta. Anin menjadi Juara 1 Umum dan meraih hadiah satu buah Laptop dan uang tunai Rp 3 juta.
“Kami bersyukur sekali, karena waktu itu pesertanya dari seluruh Indonesia. Kami tetap optimis. Tak disangka cucu saya malah bisa juara,” kenang Dasta.
Dijelaskan Dasta, uang hadia itu untuk bea siswa sekolah Anin di Young Management di Jakarta. Berangkatnya setiap Minggu. Dan setiap Sabtu, kakeknya harus rela mengantarkan cucunya ke Jakarta. Hari Minggu sore, pulang lagi ke Tegal. “Satu minggu sekali saya harus ke Jakarta untuk mengantarkan Anin sekolah modeling dan acting,” kata Dasta.
Selama belajar acting dan modeling di Jakarta, Anin dibina oleh gurunya, Bunda Avinda Deviana. Namun demikian, jika di rumah, Anin tetap berlating. Menurut Anin, setiap pulang sekolah, dia selalu dibina oleh kakak sepupunya, Sely yang sehari-harinya kerja di RSUD Kardinah Tegal. “Kalau di rumah yang ngajarin acting Kak Sely, tapi setelah kakak pulang dari kerja,” tutur Anin tanpa malu-malu.
Dalam kesempatan yang sama, Suprapti mengatakan bahwa Anin memiliki bakat otodidak. Dia punya bakat sejak usia 2 tahun. Dan cucunya itu, lebih suka meniru gaya artis sinetron saat menonton televisi. “Seluruh keluarga mendukung penuh prestasi acting dan modeling Anin. Untuk itu, keluarga akan rela membina Anin agar cita-citanya terwujud,” ujarnya.