Salah satu karyawan di PT Baruna Abdi Kota Tegal sedang menata tabung gas 3 Kg. (FT: Yerry Novel)
PanturaNew (Tegal) – Sudah dua bulan terakhir, sejumlah agen tabung gas 3 Kg di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluh. Pasalnya, tabung gas yang bocor belum ada penggantian dari Pertamina. Sehingga agen kualahan menghadapi konsumen yang setiap hari menukar tabung gas bocor.
Manager PT Baruna Abdi Kota Tegal, Hindarto, Rabu 26 Mei 2010 siang mengaku setiap hari pengecer yang minta diganti tabung gas-nya yang bocor mencapai 200 tabung. Meski begitu, pihaknya tetap menggantinya. Namun setelah berangsur lama, ternyata Pertamina belum bisa mengganti dengan alasan akan diganti dengan tabung gas yang baru.
“Selama ini jika pelanggan kami yang minta ganti lantaran tabung gas bocor, kami masih bisa menggantinya. Tetapi kami merasa kualahan sendiri, sebab hingga kini pihak Pertamina belum menggantinya. Padahal, setiap hari ada 200 tabung gas yang bocor,” keluh dia.
Menurut Hindarto, awalnya sudah ada perjanjian tertulis, Pertamina sanggup mengganti jika ada yang rusak. Tapi sekarang malah dibuat susah. Bukan hanya itu saja, mulai sekarang tabung gas 3 Kg akan dialokasikan setiap agennya. Dan setiap agen akan di limit atau dipotong 80 persen. “Setiap hari pengambilan kami 17 ribu – 20 ribu tabung gas, tapi sekarang di limit menjadi 3500 tabung saja. Alasan pertamina untuk pemerataan,” sesal dia.
Untuk itu, pihaknya bingung dengan karyawannya yang berjumlah 60 orang. Sebab, dengan dibatasi permintaan tabung gas, maka karyawannya akan banyak yang menganggur. Namun anehnya, kata dia, ada juga agen yang tidak dilimit 80 persen. Bahkan ada juga agen yang sudah tidak aktif lagi, tapi masih tetap ada daftarnya dan masih mendapat jatah pengisian.
“Ada beberapa agen yang tidak dipotong 80 persen. Ini seperti ada permainan di Pertamina. Mungkin tergantung kedekatan kita saja dengan orang dalamnya,” umpatnya.
Terpisah, salah satu pengecer, Supri (26) di Jalan Asem Tiga Momor 64 RT 02 RW 04 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, mengaku tabung gasnya banyak yang bocor. Menurutnya, tabung gas bocor lebih sering yang bukan standar nasional Indonesia (SNI). Dinilai, Pertamina seperti ada permainan. Sebab, tabung gas yang bukan SNI hingga kini masih tetap ada.
“Setiap hari selalu mendapat komplain dari konsumen tentang tabung gas bocor, dan itu pasti tabung yang bukan SNI,” ungkap Supri.