Pernahkah anda bercermin dan melihat diri anda keseluruhan? Kemudian anda melihat banyak “gumpalan” lemak di paha, perut, lengan, bokong, tidak indah bukan?. Obesitas atau berat badan berlebih selain tidak indah juga dapat mengganggu kesehatan.
Peneliti dari Imperial College London melakukan sebuah studi obesitas, dengan cara membandingkan indeks massa tubuh global (BMI) dari hampir 20 juta orang dewasa selama tahun 1975 - 2014. Hasilnya mereka menemukan bahwa selama periode tersebut, tingkat obesitas global di antara laki-laki naik tiga kali lipat, dari 3,25 menjadi 10,8%.
Untuk wanita lebih dari dua kali lipat, naik dari 6,% menjadi 14,9%. Kesimpulannya bahwa ada 266 juta pria obesitas dan 375 juta perempuan gemuk di dunia pada tahun 2014, dan semua manusia bertambah berat 1,5 kilogram setiap dekade sejak tahun 1975.
Pada tahun 2025, jika tren obesitas terus meningkat, maka 18% pria di dunia dan 21% perempuan di dunia akan mengalami obesitas. Dalam studi ini menemukan negara yang paling banyak orang gemuknya di banding dengan negara manapun adalah China dan juga Amerika Serikat memiliki jumlah tertinggi orang sangat gemuk.
Indonesia berdasar data Riskesdas tahun 2013, prevalensi penduduk laki-laki dewasa obesitas pada tahun 2013 sebanyak 19,7 persen, naik dibanding tahun 2007 (13,9%) dan tahun 2010 (7,8%). Sedangkan prevalensi obesitas perempuan dewasa (>18 tahun) 32,9 persen, naik dibanding tahun 2007 (13,9%) dan tahun 2010 (15,5%).
Obesitas atau kegemukan kini diketahui mengakibatkan efek samping penyakit yang serius antara lain, memperpendek usia seseorang, mempertinggi resiko jatuh sakit, juga penyakit degeneratif.
Banyak hal yang dapat meyebakan seseorang memiliki berat badan berlebih atau obesitas (CDC, 2009), yaitu: asupan makan meningkat, aktifitas fisik kurang, lifestyle sedentary, genetik, obat-obatan, dan difisiensi mineral makro.
Yang termasuk mineral makro antara lain natrium, klorida, kalium, fosfor, magnesium, sulfur, dan kalsium.
Kalsium yang lambang kimianya Ca merupakan mineral yang paling banyak di dalam tubuh, berada di dalam tulang dan gizi. Manusia sejak di dalam kandungan memerlukan asupan kalsium sehingga ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi kalsium yang cukup tinggi. Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan juga membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk menunjang kesehatan tulang dan giginya.
Fungsi kalsium selain untuk kesehatan tulang dan gigi, penyeimbang asam, pereda nyeri haid, pencegah kanker, pemelihara pembuluh darah jantung, kontraksi otot, ternyata juga membantu pemecahan lemak serta menekan nafsu makan. Sehingga apabila kekurangan kalsium maka lemak akan lambat dipecah, nafsu makan menjadi tidak terkontrol maka lambat laun akan timbul obesitas.
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, juga tulang rapuh atau osteoporosis pada orang dewasa, terganggunya sistem kerja jantung, daya tahan tubuh menurun.
Sumber kalsium utama adalah susu dan hasil susu, contohnya keju, es cream, susu non fat merupakan sumber kalsium yang terbaik karena ketersediaan biologiknya yang tinggi, selain itu ikan yang dimakan dengan tulangnya termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik. Sumber kalsium dari nabati seperti serealia, kacang-kacangan, tahu dan tempe, dan sayuran hijau juga merupakan sumber kalsium yang baik juga, namun pada bahan makanan itu juga terdapat zat yang dapat menghambat penyerapan kalsium yaitu serat, fitat, dan oksalat.
Kelebihan kalsium pun dapat menyebabkan penyakit : batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar). Biasanya kelebihan kalsium terjadi bila kita mengkonsumsi suplemen kalsium secara berlebihan tidak sesuai anjuran dokter.
Sebaiknya kita mengkonsumsi kalsium secara seimbang setiap hari agar kebutuhan kalsium kita terpenuhi karena baik kekurangan maupun kelebihan kasium dapat menimbulkan penyakit.
Selain itu juga untuk menghindari obesitas selain asupan kalsium yang cukup, juga diimbangi dengan aktifitas fisik serta gaya hidup yang sehat, asupan serat yang cukup. Untuk yang sudah mengalami obesitas jangan berputus asa, tetaplah semangat, perbaiki pola makan dan gaya hidup serta imbangi dengan aktifitas fisik atau olah raga secara teratur dan konsisten. Salam sehat, semoga bermanfaat.
(Nurchajatie adalah Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), tinggal di Jalan Kenanga II Gg. Sudirman, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur)