Selasa, 14/03/2017, 12:04:12
Panduan Sehat Makanan Pendamping ASI
Oleh: Mina Septiani
--None--

Pertumbuhan dan perkembangan bayi memerlukan dukungan nutrisi yang optimal, karena nutrisi memegang peranan penting dalam menciptakan bayi yang sehat dan cerdas. Pada usia 6 bulan pertamanya, asupan nutrisi utama diperoleh dari Air Susu Ibu (ASI). Menginjak usia 6 bulan adalah saatnya bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP ASI).

Bagaimanakah cara memberikan MP ASI?. Banyak hal yang perlu diperhatikan saat memberikan MP ASI. Pemberian MP ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilan makan dan merangsang rasa percaya diri pada bayi.

Dalam World Health Organization (WHO) Global Strategy for Feeding Infant and Young Children pada tahun 2003, merekomendasikan agar pemberian MP ASI memenuhi 4 syarat, yaitu tepat waktu, adekuat, aman dan diberikan dengan cara yang benar (properly fed).

Tepat Waktu: Artinya bahwa MP ASI harus diberikan saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Sejak usia 6 bulan, pemberian ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh bayi, sehingga diperlukan MP ASI yang dapat melengkapi kekurangan zat gizi tersebut. Meskipun demikian, pemberian ASI tetap dilanjutkan karena ASI mengandung zat fungsional penting yang tidak dapat ditemukan pada susu formula. 

Adekuat: Artinya MPASI memiliki kandungan gizi yang lengkap dan seimbang sesuai usianya. ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sampai usia 6 bulan, setelah itu seorang bayi harus mendapat MPASI untuk mencukupi kebutuhannya.

Aman: Artinya MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara-cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih. Pastikan bahwa kita telah mencuci tangan sebelum makan, mempergunakan alat-alat makan yang bersih dan steril, memasak makanan dengan benar, menghindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang, mencuci sayur dan buah sebelum dimakan, menggunakan sumber air bersih, dan menyimpan makanan pada tempat yang aman.

Diberikan dengan cara yang benar (properly fed): Artinya MPASI diberikan dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak. Frekuensi makan dan metode pemberian makan harus dapat mendorong anak untuk mengkonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup (disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan seorang anak).

Jika keempat hal tersebut telah dipenuhi, itu berarti bahwa MP ASI yang kita berikan kepada bayi sudah sesuai dengan persyaratan MP ASI yang benar. Selanjutnya, ada beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam menyiapkan MP ASI:

-1. Tekstur/bentuk makanan bayi harus disesuaikan dengan fungsi pencernaan bayi, kebutuhan makan bayi dan tingkat usia bayi. Usia 6-7 bulan, pada tahap awal pengenalan makanan ini, sebaiknya bayi diberikan makanan dengan tekstur halus, encer dan lembut.

Usia 7-9 bulan, dapat diperkenalkan bubur saring, yang memiliki tekstur lebih kasar daripada bubur lembek. Usia 9-12 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan bentuk makanan semi padat, seperti nasi tim dan makanan yang dicincang kasar.

-2. Bahan makanan MP ASI disesuaikan dengan tingkatan usia bayi.

Usia 6-7 bulan: Buah yaitu anggur manis, pisang, jeruk baby, pepaya, apel, pir, mangga, avokad, semangka. Sayuran: labu kuning, bayam, wortel, tomat, brokoli, daun katuk, kacang polong. Karbohidrat: tepung beras merah, tepung beras putih.

Usia 7-9 bulan. Karbohidrat: beras merah, beras putih, kentang, tepung hunkwe, jagung manis. Polong-polongan: kacang merah, kacang hijau, buncis, kacang polong, kapri. Umbi-umbian: kentang, singkong, ubi jalar merah, ubi jalar ungu.

Protein hewani: daging ayam organik, hati ayam, daging sapi, ikan (gurame, lele, salmon, kakap, gindara, tengiri). Protein nabati: tempe, tahu putih. Olahan susu: keju alami, yoghurt tawar.

Usia 9-12 bulan. Karbohidrat: beras putih, beras merah, kentang. Sayuran: dapat ditambahkan aneka sayuran seperti caisim, kangkung, kalian. Protein nabati: tahu, tempe. Protein hewani: daging ayam organic, berbagai jenis ikan (gurame, lele, kakap). Gandum: macaroni, roti gandum, oatmeal, mie, bihun, biscuit. Telur: kuning telur. Finger Foods: biskuit, buah atau sayuran yang dipotong seukuran kelingking

-3. Ada beberapa bahan makanan yang dilarang pemberiannya untuk bayi, yaitu:

-Bahan makanan hewani seperti: daging ayam dan sapi berlemak, otak sapi dan kambing, jeroan (usus, paru, ginjal, babat), ikan dengan banyak duri (bandeng).

-Telur setengah matang, karena dapat mengandung bakteri salmonella yang berbahaya bagi kesehatan bayi. Putih telur sebaiknya diberikan pada usia bayi lebih dari 12 bulan, untuk menghindari alergi.

-Makanan berpengawet seperti bakso, sosis, abon, daging asap, makanan kaleng. Makanan laut seperti: kerang, udang, cumi, karena dapat memicu timbulnya alergi.

-Garam dan gula, sebaiknya diberikan setelah bayi berumur 12 bulan. Pemberian garam pada bayi dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal dan resiko hipertensi, sedangkan pemberian gula berlebihan dapat menyababkan kerusakan gigi dan obesitas.

-Gula pemanis buatan (aspartame, sakarin siklamat). Pemberi rasa seperti Monosodium Glutamat (MSG).

-Madu dapat menyebabkan terjadinya infant botulism, yaitu kejang otot dan penyakit pernafasan, karena terkadang madu mengandung bakteri Clostridium botulinum

-Bumbu tajam: lada, cabai, asam. Sayuran dan buah yang mengandung gas dan beraroma tajam, seperti: kol, kembang kol, lobak, petai, sawi, durian, nanas, sirsak, nangka. Makanan hasil fermentasi: tape nasi, tape singkong. Susu sapi segar, kopi

-4. Mengatur jadwal makan bayi sejak dini juga penting, yaitu sebagai upaya pembentukan disiplin makan. Jumlah makan yang cukup dan mampu mengenali jam biologis bayi makan, akan lebih baik. Semakin bertambah usia bayi, jadwal pemberian makan akan lebih sering.

Berikut adalah contoh jadwal makan bayi dalam satu hari, sesuai tahapan usia bayi:

Usia 6-7 bulan - Pagi: 120-180 ml ASI; sarapan: 20-60 gram bubur beras ayam; selingan pagi: 15-30 ml bubur pisang; makan siang: 20-60 gram bubur susu kentang; selingan sore: 120-180 ml ASI; makan malam: 15-60 gram bubur wortel maizena; menjelang tidur: 120-180 ml ASI

Usia 8-10 bulan - Pagi: 120-180 ml ASI; sarapan: 60-90 gram bubur nasi tahu putih; selingan pagi: 30-40 gram pure advokad; makan siang: 60-90 gram bubur tempe beras merah; selingan sore: 30-40 gram potongan mangga; makan malam: 60-90 gram bubur kentang tuna; menjelang tidur: 120-180 ml ASI

Usia 10-12 bulan- Pagi: 120-180 ml ASI; sarapan: 60-90 gram nasi tim beras merah; selingan pagi: 30-40 gram papaya potong; makan siang: 120-180 ml ASI, 50-60 gram pure kentang daging cincang; selingan sore: 40-50 gram cookies wortel; makan malam: 60-90 gram tim makaroni ayam, 40-50 gram setup sayuran; menjelang tidur: 120-180 ml ASI. (Sumber: Sajian Sehat Lezat Makanan Sehat Pendamping ASI)

Tidak kalah penting dari tips di atas adalah kesabaran dalam memberikan MP ASI kepada bayi. Berikan makanan secara perlahan dan sabar, dorong bayi untuk makan tanpa ada paksaan. Waktu makan adalah periode pembelajaran, dan sarana untuk mencurahkan kasih sayang kepada bayi. Oleh karena itu, ciptakanlah suasana yang tenang di waktu makannya.

Bagaimana, mudah bukan? Semoga artikel ini banyak membantu untuk keberhasilan pemberian MP ASI yang sehat untuk bayi anda. Bayi menjadi sehat dan cerdas, orang tua pun senang.

(Mina Septiani adalah Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI), tinggal di Kramat Jati, Jakarta Timur)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita