Senin, 27/02/2017, 08:53:07
Kena Tipu, Perampok Dana Desa Dibekuk
-Laporan Takwo Heriyanto

Mobil Katana dijadikan barang bukti oleh Polres Brebes atas hilangnya dana desa Rp 95 juta (Foto: Takwo Heryanto/dokumen)

PanturaNews (Brebes) - Satu dari dua orang perampok yang membawa kabur uang Dana Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebesar Rp 94 juta, akhirnya berhasil ditangkap Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes.
 
"Pelaku bernama Harry Putra asal Palembang, Sumatera Selatan. Dia berhasil ditangkap di sebuah hotel dekat stasiun Poncol Kota Semarang, setelah dilakukan pengejaran dari Yogyakarta," ujar Wakapolres Brebes Kompol Mashudi, di Mapolres Brebes, Senin 27 Februari 2017. 
 
Sebegaimana diketahui, pelaku beraksi merampok uang Dana Desa Pejagan Brebes sebesar Rp 94 juta, beserta sertifikat tanah wakaf dan stampel di dalam mobil milik seorang perangkat Desa Imam Syamsudin saat parkir di alun-alun Brebes pada, Jumat tanggal 9 Desember 2016 lalu.
 
Pelaku beraksi saat korban meninggalkan mobilnya sebentar dan masuk ke dalam Masjid Agung Brebes untuk salat jumat. Saat kembali ke mobil, korban terkejut melihat uang yang baru diambil dari bank BPD Jateng senilai Rp 94 juta dan sertifikat wakaf tanah yang disimpan di mobil bagian depan raib dicuri pelaku, hingga akhirnya korban langsung melapor ke polisi 
 
Menurut Mashudi, dalam aksi perampokan itu, diketahui ada dua pelaku. Namun, hingga kini satu pelaku yang sudah diketahuyi identitasnya itu masih buron.Sebelumnya tersangka yang juga seorang residivis dan jaringan Palembang itu, lanjut Mashudi, pernah melakukan pencurian dengan modus pecah kaca di sejumlah daerah yang berbeda.  
 
Tersangka Harry dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama lima tahun.
 
"Ancaman hukuman penjara 5 tahun kepada pelaku," dia menambahkan.
 
Harry Putra sang pelaku mengaku, dalam menjalankan aksinya selalu berdua dengan mengendarai sepeda motor. Ia bertugas mengendarai sepeda motor, sedangkan temanya yang mengeksekusinya.Dalam aksinya, mereka membuntuti calon korban saat keluar dari Bank. 
 
"Sebelum nentuin calon korban, saya amati nasabah yang datang ke Bank. Kalau bawa tas dan dikawal orang saya buntuti, karena pasti habis ambil uang banyak. Setelah lengah baru saya pecahkan kaca pakai kunci inggris," aku Harry Putra. 
 
Usai melakukan aksinya, ia berpisah dengan seorang rekanya yang membawa uang hasil curian tersebut. 
 
"Saya belum dapet bagian seperak pun, karena setelah nglakuin itu saya langsung pergi luar kota. Katanya mau dijanjikan dikasih lewat transfer, tapi malah teman saya udah kabur dan hilang kontak (ditipu). Saya nggak tau dimana sekarang keberadaanya," katanya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita