Selasa, 18/05/2010, 16:42:00
Polres Minta Keterangan 5 Saksi Penemuan Mayat Satu Keluarga
GH-Guntur Handoyo

Ilustrasi

PanturaNews (Pemalang) - Kasus ditemukannya empat mayat di rumah Jalan Seruni RT 7 RW 3 Kelurahan Muluyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah masih terus diselidiki. Polres Pemalang telah memanggil lima orang saksi disekitar rumah korban untuk dimintai keterangan, termasuk Afroni warga Kalirandu, suami salah satu korban.

Pada Senin 17 Mei 2010 pukul 18.30 WIB, warga menemukan satu keluarga yakni Sarminah (55), Winda Permatasari (18), Gita Prameswari (7 bulan) dan Mudri (70) pembantu rumah tangganya, ditemukan sudah tewas membusuk di dalam rumah.

Menurut Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIk, penemuan empat mayat yang telah membusuk masih dalam taraf penyelidikan. Barangbukti yang ditemukan berupa gelas dan obat-obatan biasa, namun belum ditemukan sidik jari. Sedangkan barang-barang yang hilang, adalah handphone dan sepeda motor Supra X warna merah.

Biberitakan sebelumnya, masyarakat Pemalang digemparkan dengan temuan mayat di rumah warga Jalan Seruni, Kelurahan Mulyoharjo RT 7 RW 3, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin 17 Mei 2010 pukul 18.30 WIB. Warga menemukan, satu keluarga yakni Sarminah (55), Winda Permatasari (18), Gita Prameswari (7 bulan) dan Mudri (70) pembantu rumah tangganya, ditemukan sudah tewas membusuk.

Kepala Polres Pemalang Burhanudin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto SH MH kepada PanturaNews, Senin 17 Mei 2010 di kamar mayat RSUD Dr M Ashari Pemalang membenarkan penemuan mayat sekeluarga tersebut. Belum diketahui motifnya, karena polisi masih dalam penyelidikan. “Masih kami melakukan penyelidikan,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara informasi yang dihimpun PanturaNews dari warga setempat mentebutkan, beberapa hari sebelum ditemukan empat mayat tersebut, terlihat suami Winda, Aproni pada Rabu 13 Mei pulang ke rumah. Kebiasaan itu karena suaminya sebagai nelayan yang pulangnya 1 bulan sekali. Paling lama suaminya di rumah hanya 3 hari, kemudian pergi melaut lagi. “Pada Jumat 14 Mei 2010 malam, istrinya masih kontak via handphone dengan adiknya,” kata warga.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita