Penanganan tanggul jebol dengan mengisi tanah dalam ratusan karung sebagai penahan (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Tanggul Sungai Pemali, tepatnya di Desa Tengki, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 17 Januari 2017, mengalami longsor dengan panjang 20 meter, lebar 4 meter dan ketinggian 2,5 meter.
Sejumlah titik rawan longsor lainnya, juga terjadi di sungai terbesar di Kabupaten Brebes itu. Berdasarkan sumber yang dihimpun PanturaNews.Com menyebutkan, ada 9 desa di Kecamatan Brebes dan Wanasari yang terancam kebanjiran.
Kondisi tersebut, membuat khawatir warga, mengingat intensitas hujan deras di wilayah Jateng bagian barat ini masih terjadi. Pasalnya, selain akan mengancam ribuan hektar lahan pertanian, juga mengancam areal tambak.
Camat Brebes, Eko Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, tidak hanya tanggul di Desa Tengki yang longsor. Sejumlah titik lainya di tanggul sungai Pemali Brebes itu, juga rawan longsor.
Seperti tanggul sungai Pemali di Desa Pemaron, Kecamatan Brebes. Kemudian, Desa Pesantunan, Kaliwlingi, Kertabesuki Kecamatan Wanasari.
“Atas kondisi tanggul yang memprihatinkan itu, kami berharap PSDA Propinsi Jawa Tengah selaku pihak yang bertanggung jawab, untuk secepatnya melakukan penanganan tanggap darurat,” harapnya.
Saat ini, kata dia, yang dilakukan oleh Pekab Brebes sendiri adalah dengan mengisi tanah dalam ratusan karung sebagai penahan agar tanggul sungai Pemali ini tidak jebol.
“Namun, masyarakat tetap cemas, karena intensitas hujan yang masih terus terjadi, yang bisa menyebabkan sungai Pemali meluap. Apalagi ketinggian air lebih tinggi jika dibandingkan dengan jalan desa,” pungkasnya.