Gambar rencana pembangunan fly over di atas perlintasan KA Kretek Paguyangan (Foto: Dok/Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Proyek pembangunan fly over atau jalan layang di jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto, tepatnya di atas perlintasan Kereta Api (KA) Kretek Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diminta dapat diminimalisir dampak negatifnya sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.
"Masyarakat setuju ada pembangunan Fly Over, tetapi bagaimanapun kegiatan pembangunan nantinya tidak mengganggu aktivitas perekonomian warga baik saat pembangunan maupun setelahnya," kata Camat Paguyangan, Ahmad Hermanto SIP, Selasa 17 Januari 2017.
Menurutnya, pembangunan fly over yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas terutama saat arus mudik dan balik lebaran, sesuai surat pemberitahuan yang diterimanya telah dimulai sejak akhir tahun 2016 lalu.
Berdasarkan surat dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII, pmbangunan Fly Over Kretek sesuai kontrak dimulai 23 Desember 2016 dan masa pelaksanaan selama 180 hari kerja.
"Sesuai surat tersebut rencana serah terimanya pada 11 Juni 2017 mendatang," ujar Hermanto.
Pembangunan fly over merupakan program dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di jalur perlintasan pintu KA Kretek, terutama saat menjelang Lebaran. Pembangunan fly over Kretek sepanjang 830 meter itu targetnya sebelum Lebaran 2017 sudah dapat dilewati kendaraan.
Pembangunan fly over di bahu atau sisi jalan dan jalan lama akan tetap berfungsi, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas perekonomian serta mobilitas warga. Pembangunan fly over membebaskan lahan di kedua sisi jalan seluas kurang lebih 8841 meter persegi.