Sabtu, 15/05/2010, 17:45:00
Sabtu Malam, Silent Sensus Dilarang Diliput Wartawan
YN-Yerry Novel

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) – Sensus Penduduk (SP) kepada warga Kota Tegal, Jawa Tengah yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dilaksanakan Sabtu 15 Mei 2010 pukul 24.00 WIB oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Tegal. Demikian disampaikan Kepala BPS Kota Tegal, Edy Prawonoto kepada Panturanews, Sabtu 15 Mei 2010 siang tadi.

Namun sayangnya, Sensus Day yang diberi nama Silent Sensus itu, tidak boleh diliput para pemburu berita. Menurutnya, dikhawatirkan jika ada yang mengikuti, nantinya para pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang akan di sensus itu akan lari.

“Barang kali mereka berpikir ada razia, dan mereka akan lari karena takut. Kalau lari semua, sensusnya tidak bisa sukses. Untuk itu, kami mohon agar nanti malam jangan ada wartawan yang mengikuti,” pinta Edi.

Namun demikian, untuk menjaga kelancaran sensus tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan Satpol PP dan anggota Polresta Tegal. Hal ini untuk menjaga jika terjadi sesuatu masalah yang tidak diinginkan.

“Meskipun Satpol PP dan anggota Polresta ikut, mereka juga tidak akan mendekat saat pelaksanaan sensus itu. Mereka hanya memantau saja dari jarak jauh. Kami juga hanya menggunakan motor roda dua,” ucapnya.

Dengan begitu, menurutnya, akan aman dan PGOT tidak akan takut. Untuk Silent Sensus ini, kata Edy, akan mengunjungi di 18 titik. Diantaranya, terminal, stasiun, pelabuhan, mall, pinggiran jalan raya dan seluruh pasar di Kota Tegal. Nantinya, akan dibagi menjadi 2 tim, diharapkan agar malam ini bisa selesai. “Dalam mengunjungi 18 titik tersebut, akan dikerahkan 2 tim,” tutupnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita