Kamis, 22/12/2016, 02:26:03
Tahapan Pilwalkot Tegal Dimulai November 2017
-Laporan SL Gaharu

Komisioner KPU Kota Tegal saat gelar Gathering Media dengan sejumlah wartawan di Aula KPU (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Tahapan Pemilihan Walikota Tegal, Jawa Tengah, yang akan digelar pada tahun 2018, akan dimulai pada November 2017. Namun pada Agustus 2017, sudah bias dimulai dengan verifikasi partai politik (Parpol) yang ada di Kota Tegal.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal, Jawa Tengah, Agus Wijanarko, SH saat gelar acara Gathering Media dengan sejumlah wartawan di Aula KPU setempat, Kamis 22 Desember 2016 siang.

“Tahapan Pilwalkot akan dimulai pada bulan November 2017, namun pada bulan Agustus akan dimulai dengan verifikasi parpol. Tahapan Pilwalkot ini sekaligus dengan tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar serentak pada tahun 2018 mendatang,” ujar Agus Wijanarko yang didamping 4 komisioner lainnya.

Sedangkan anggaran untuk Pilwalkot Tegal tahun 2018, menurut Agus Wijanarko, sudah diajukan sebesar Rp 13 miliar lebih. “Kami mengusulkan anggaran sebesar Rp 13 miliar, dan dalam pembahasan di DPRD Kota Tegal, usulan itu disetujui,” terangnya.

Sementara anggota KPU Kota Tegal Devisi Sosialisasi, Drs. Thomas Budiono mengatakan, menjelang masuk pada tahapan Pilwalkot, pihaknya akan memulai kegiatan pada awal 2017 diantaranya membentuk Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID), dan pembentukan Rumah Pintar Pemilu.

“PPID mempunyai peran penting menjelang tahapan Pilkada, Karena PPID bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pendokumentasian informasi publik di lingkungan KPU,” ujar Thomas.

Selain itu, lanjut Thomas, KPU juga akan membuka Rumah Pintar Pemilu. Di Rumah Pintar Pemilu ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang Pilwalkot, Pilgub, Pileg dan Pilpres. Pada awal 2017, KPU akan menggencarkan sosialisasi kepada pemilih.

“Konsep Rumah Pintar Pemilu adalah pendidikan pemilih yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilu. Sosialisasi juga kami lakukan kepada pemilih pemula di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Ditambahkan Agus Wijanarko, untuk suksesnya sosialisasi Pilwalkot, KPU berharap ada masukan atau ide dari insan pers, bagaimana bentuk atau cara yang efektif untuk sosialisasi. “Kami mengharap ada urun rembug dari insan pers bagaimana sosialisasi yang baik, namun efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita