Kendaraan berat dengan hati-hati melintasi jembatan Sungai Glagah yang ambrol dan berlubang di bagian tengah (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Jembatan Sungai Glagah di jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto, tepatnya di jalur Dukuh Dudukan Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambrol dan berlubang di bagaian tengah.
Lubang dengan garis tengah sekitar satu meter itu persis di bagian tengah, sehingga hanya separuh jembatan yang dapat dilintasi kendaraan roda empat atau lebih. Lubang jembatan pada bagian lantai landasan itu terjadi sejak Kamis 22 Desember 2016 sekira pukul 05.00 WIB.
Petugas penilik jembatan di jalur tersebut, Doni Tri Purwanto mengatakan, sebelum berlobang dan ambrol lantai jembatan mengelupas bagian aspalnya. Penambalan pada bagian yang mengelupas telah beberapa kali dilakukan sampai akhirnya ambrol.
"Lantai jembatan berlobang sejak tadi habis Subuh dan sebelumnya hanya mengelupas aspalnya," katanya saat memeriksa kondisi jembatan.
Jembatan sepanjang sekitar 30 meter dan lebar sekitar tujuh meter itu berlubang bagian tengahnya. Betonnya ambrol dan hanya tersisa besi tulangnya. Meski begitu kondisi seluruh jembatan masih bagus tidak ada yang mengalami keretakan.
"Saya sudah memeriksa sampai ke bawah, kondisi jembatan masih baik tidak ada yang retak," ujar Doni.
Akibat jembatan yang berlobang itu, kendaran dari dua arah harus bergantian. Hanya satu sisi yang bisa dilewati kendaraan roda empat atau lebih. Sementara sisi lain menyempit dan hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua.
"Tinggal satu sisi yang bisa dilewati mobil, sisi lain hanya bisa untuk sepeda motor," ucap Doni.
Pada bagian yang ambrol berlubang nampak ditandai dengan benda seadanya, agar pengguna jalan hati-hati. Untuk penanganan darurat rencananya akan dipasang plat injak, agar dapat dilewati kendaraan.
"Penanganan darurat akan dilakukan segera dengan ditutup besi plat injak," kata Doni.
Jalan nasional ruas Tegal -Purwokerto merupakan jalur penghubung antara pantura dengan wilayah selatan pulau Jawa. Lalu lintas cukup padat baik kendaraan umum, kendaraan pribadi dan juga kendaraan berat angkutan barang.
Selain itu, di jalur tersebut kondisi jalan juga mengalami banyak kerusakan akibat sering hujan juga banyaknya kendaraan dengan tonase tinggi yang sering melintas.