Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Akibat tersambar petir, sebuah rumah di Dukuh Mlayang Luhur RT 01 RW 04, Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rusak di beberapa bagian. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 7,5 juta.
Pemilik rumah itu adalah Satori. Informasinya petir menyambar rumahnya pada Minggu 27 November 2016 sore saat turun hujan. Saat petir menyambar, Satori bersama keluarganya tengah berada di dalam rumah.
Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Waktu itu sedang di dalam rumah, tiba-tiba petir menyambar. Informasinya pula saat kejadian seperti bola api menyambar rumah.
Kepala Desa Mlayang, H Asy'ari Iljas seperti disebutkan dalam laporannya, rumah Satori mengalami kerusakkan di beberapa bagian. Atap dan dinding rumah rumah serta kaca adalah beberapa bagian rusak. Nampak pula salah satu bagian dinding rumah seperti terbelah dan berwarna kehitam-hitaman.
Selain merusak rumah Satori, sambaran petir juga mengakibatkan aliran listrik di belasan rumah tetangganya juga padam, diduga mengalami kerusakan pada instalasi jaringannya.
Berdasarkan laporan, belasan rumah warga yang instalasi jaringan listriknya rusak dan padam. Yakni milik, Datam, Rodi, Dasuki, Muhidin, Tasmun, Siyam, Gajid, Samsudin, Sobirun, Rohman, Wito, Soleh, Emet dan Kamul.
Camat Sirampog, Munaedi SH membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, untuk menghindari kejadian serupa menghimbau kepada seluruh warga untuk selalu hati-hati, terutama saat turun hujan.
"Kalau turun hujan harus hati-hati, bukan hanya bahaya longsor juga rawan terjadi sambaran petir," katanya.
Menghindari bahaya sambaran petir, saat hujan turun sebaiknya tidak menyalakan televisi atau juga menelepon dengan telepon seluler terlalu lama. Sebab, hal itu rawan terkena sambaran petir.
Petani yang biasa di ladang atau sawah juga agar segera kembali ke rumah atau ke tempat yang aman jika terjadi turun hujan, agar tidak terkena sambaran listrik
"Jangan berada di tempat yang lapang, di ladang atau sawah jika turun hujan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan," pungkas Munaedi.