Bebeberapa petani melakukan pengerukan lumpur pada saluran sekunder di desa Pangebatan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Akibat saluran irigasi sekunder di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami sedimentasi, puluhan hektar (Ha) lahan pertanian padi menjadi tadah hujan.
Saluran irigasi yang mengalami sedimentasi atau pengemdapan lumpur terjadi pada Irigasi Sekunder I yang berasal dari bendung Congkar. Irigasi yang mengairi lahan sawah seluas 250 hektar itu lebih dari setahun tidak dibersihkan atu dikeruk lumpurnya.
Ketu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Jaya Desa Pangebatan, Ahmad Faizin mengatakan, saluran sekunder merupakan tanggunggjawab pemerintah untuk pemeliharaannya. Namun begitu, belum ada tindakan dari Dinas terkait meski telah mengalami sedimentasi atau pendangkalan.
"Sedimentasinya sangat parah, saluran sedalam satu mter hanya tinggal 20 centimeter, sehingga tidak mampu mengaliri lahan secara maksimal," ungkapnya kepada wartawan, Senin 28 November 2016.
Sedimentasi mengakibatkan ratusan hektar lahan tidak teraliri air secara maksimal yang dampaknya produktivitas lahan tidak maksimal. Pola tanam jadi tak menentu dan hasil panen juga menurun bahkan dibawah standar.
"Airnya kurang membuat pola tanam jadi kacau, hasil panen juga turun drastis," ungkap Faizin.
Akibat sedimentasi pula, sekitar 80 hektar lahan sawah menjadi lahan tadah hujan. Debit air terlalu sedikit sehingga tidak mampu menjangkau ke semua lahan.
"Untungnya sekarang masih banyak hujan, sehingga masih bisa ditanami," tutur Faizin.
Sementara itu, Ulu-ulu Desa Pangebatan, Hasanudin mengatakan, petani terpaksa harus kerja bhakti tiap tiga bulan sekali melakukan pengerukan lumpur pada saluran irigasi sekunder tersebut. Sekali dikeruk dalam tempo tiga bulan akan lumpur akan kembali memenuhi saluran.
"Petani terpaksa rutin mengeruk irigasi sekunder itu dari endapan lumpur," ujarnya.
Diungkapkan, sedimentasi cepat terjadi pada saluran irigasi akibat pintu saluran di Bendung Congkar selalu dibuka baik saat hujan atau pun tidak hujan. Sehingga material sungai yang terbawa arus air dengan cepat masuk ke saluran irigasi.
"Sepertinya pintunya dibuka terus sehingga lumpur banyak masuk saat hujan deras dan sungai di bendungan meluap," kata Hasanudin.